Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

Mei 30, 2010

sepuntung(?) kata, secawan perubahan...

Haaahhhh...
Udah cukup lama saya ga nge-post...
Sudah sekitar satu tahun, oh bukan hampir dua atau tiga tahun. Mmmh??? Eh, lima tahun. Iya, lima tahun.
Tunggu-tunggu bentar, udah sepuluh tahun, iya sepuluh tahun.
Eh, bukan, dua puluh tahun yang bener.
Iya sih, wee, dua puluh tahun.
Eits, saya baru inget, umur saya aja baru empat belas tahun, masa udah ga nge-post selama dua puluh tahun. Ga mungkin lah. Nih, yang bener, saya udah ga nge-post selama tiga puluh tahun, eh empat puluh, eh, eh, lima puluh tahun.

seseorang : (menyeletuk dari balik bingkai bibirnya, dengan nada yang sinis, kesal nan jengkel)" Sekalian aja satu abad!!!"

Oke, hufh...

Hari ini mau cerita apa ya?

Mmh, saya teringat dengan sepuntung(?) kata mutiara yang belum lama ini saya baca dari suatu majalah yang sudah basi, sudah lumayan lama, sudah hendak menjadi sampah kiloan, dan sudah lusuh, compang-camping, lapuk, juga tak lagi indah dilihat*.

*BOHONG...!!!


Disitu ada sebuah rubrik yang saya lupa isinya apa, tapi saya disana menemukan sepuntung(?) kata mutiara yang sangat indah yang mengguncangkan, menggetarkan, dan memporak-porandakan hati saya. Saya serasa menjadi Archimedes untuk beberapa menit, saya berteriak-teriak di sepanjang jalan dengan bertelanjang badan sambil berteriak-teriak : "Eureka, eureka, eureka...!!!". Seisi penghuni rumah di sepanjang jalan keluar, kaget untuk satu detik, bingung untuk tiga detik, dan jijik untuk selama-lamanya!!! Mereka mencaci saya dan melempari saya dengan batu sampai saya terluka dan babak belur, tetapi saya malah membalasnya dengan doa agar dosa mereka diampuni oleh Allah dan bisa diberikan petunjuk oleh-Nya kalau bahwasannya saya membawa kebenaran yang sebenar-benarnya- kok, jadi malah ke kisahnya Nabi Muhammad yang pas lagi hijrah ke Thaif??? -.*

* Huhh...lagi-lagi hayalan saya mulai liar dan lepas kontrol. Rekayasa yang diatas sarratyuss persen KEBOHONGAN BELAKA.

Oke, kembali ke laptop.

- Eh, eh, kok jadi acara Tukul-

Aduh, yaudah,  jadi, saya akan beritahukan resep rahasia semua koki ; piring yang benar-benar bersih.

- Eh, lagi-lagi kok malah iklan-

Yaudah, ini saya kasih tahu kata mutiara apa yang saya dapat dari majalah itu:

" Buat apa kita cantik, tampan, pintar, dan kaya tetapi tidak ada yang peduli dengan kita. Atau malah sebaliknya, kita yang tidak peduli dengan orang-orang disekeliling kita." *

*dengan pengubahan


huffh..

Saya langsung kaget, hati saya terketuk sangat kencang, saya seperti seseorang yang terjun bebas dari gedung berlantai seratus dan saya terjatuh dari lantai yang tertinggi dan akhirnya saya merasakan bahwa perjalanan udara saya telah berakhir, saya sudah sampai di tanah yang sangat keras hingga tubuh saya terbanting maha sakit sampai-sampai rasa sakit itu hanya bisa saya rasakan beberapa detik saja karena malaikat maut telah siap mencabut roh saya sampai keakar-akarnya.

Ya, saya sadar, apa yang saya telah lakukan selama ini kepada diri saya, saya telah mencampakan diri saya sendiri untuk berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, dan parahnya saya melakukan itu semua secara tidak sadar.

-aduh, jangan terlalu mendramatisasi gini dong!!!

Oke, dari sepuntung(?) kata mutiara tadi saya sadar, selama ini saya sudah begitu sibuknya buat terfokus ; "saya harus bisa menjadi nomor satu di berbagai hal", sehingga terkadang saya melupakan orang lain.

Padahal nasi yang kita makan bisa kita makan hanya jika kalo padi itu sudah dewasa, sudah punya akar, sudah punya batang, sudah punya daun, ga mungkin kita menanam satu butir gabah dan pada saat itu kita dapat satu piring nasi. Ya, daun, akar, dan batang harus tumbuh secara berdampingan dan beriringan sehingga akan menghasil beras yang bisa kita makan. Tumbuhan saja seperti itu, masa saya selaku manusia tidak bisa melakukan hal serupa dengan yang dicontohkan oleh tanaman. Alangkah ruginya saya ini.

Saya ingin dipedulikan oleh orang lain, tetapi saya tidak mempedulikan mereka. Ya, segala yang saya punya harus berjalan beriringan dan berdampingan dengan rasa cinta kasih(?) saya kepada sesama manusia...

Oke, cukup sekian untuk hari ini. Sampai bertemu di edisi berikutnya....

Semoga bisa diambil hikmahnya...