Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

Mei 11, 2010

seminggu, kemelut nestapa UAS hamba...

 Satu minggu, 3 sampai 7 mei 2010, adalah salah satu agenda terbesar yang hanya bisa saya lakukan sekali seumur jagunghidup, UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP SKS IPA.
Itulah momok yang akan diceritakan di sini...

Betapa tidak...

Duka yang cukup kelam menggoreskan tajam matanya di inang-inang sanubari...(?)

oke begini laporannya...
" Ehem-ehem..."
(pekiiik...)
" Tes-tes..."
(pluk..pluk...)
" Tes..."
(...)

" Dengan ini... saya, Muhammad Reza Fahlevi, lahir di Jakarta, 24 Agustus 1995 melaporkan agenda kegiatan selama satu pekan terkahir yang saya lakukan, tertanggal : 3 sampai 7 Mei 2010, bertempat: SMA Al-Azhar Syifa Budi Jakarta, Kemang Raya nomor 7, Jakarta Selatan!!!"


" Hari pertama:
tertanggal, 3 mei 2010. Hari ini dua pelajaran yang pasti dipelajari seluruh anak Indonesia, dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah atas, dari berbagai jenis pendidikan; sekolah negri, sekolah Islam, sekolah kristen, sekolah katolik, sekolah hindu, sekolah budha; dari berbagai jenis jurusan pendidikan; jurusan umum, jurusan ipa, jurusan ips, jurusan bahasa, jurusan kejuruan; dari...(bla...bla...bla...)
...adalah bahasa Indonesia dan kewarganegaraan. Bahasa Indonesia pasti gampang-gampang saja. Cukup dikerjakan dengan mata terpejam, kuping tertutup, hidung tersumbat, dan tubuh terbaring-innalillahi wa innailaihi rajiun-plak...

(Oke, serius[monolog])

Iya, jadi, kesusahan terbesar yang saya temukan pada helai-helai soal bahasa Indonesia hanya halaman terakhir, soal terakhir, yang dibedakan dari soal-soal lainnya, ia adalah kumpulan simbol-simbol alfabet yang tersusun membentuk kata, frasa, kalimat. Tulisan itu kurang lebih berbicara :

" Mengarang! Buatlah sejumput surat lamaran pekerjaan dengan ketentuan sebagai berikut...!!! "

Astagfirullah hal aldzim!!! ya Allah apa salah hamba...apakah ini karma dari Mu ya Allah...-lebay-

Oke, ini bagian yang agak sulit, saya agak bingung harus nulis apa, tetapi akhirnya saya bisa menyelesaikannya dengan baik.
Alhasil : 83,75 (BURUK untuk saya)
Kedua, kewarganegaraan. Alhamdulillah, lumayan gampang. Semua hafalan saya selama dua hari siang malam pagi sore keluar di essay. Namun nilainya cuma: 90 ( masih agak buruk, ya... lumayan baguslah, tetapi tetap saja, jika masih ada orang lain diatas nilai saya, nilai sebagus apa pun tetap jelek di mata saya )"

(srupttthhh..[air minum yang tersedot])
" Ahh..."

" Oke...para pemirsa sekalian*, masih tetap di gelombang dan frekuensi yang sama, pembawa acara yang sama, dan topik pembicaraan yang sama."

* GBH (baca: guru bahasa Indonesia) : (sambil menunjuk dengan jari telunjuk kanan yang kukunya kekuningan dihiasi tekstur bercak kecoklatan seperti nailpaint tetapi ternyata kotoran yang terselip akibat sering makan tidak pakai sendok dan selalu lupa gunting kuku diatas frasa para pemirsa sekalian) " Ini tidak baku, tidak efektiv, tidak indah, boros kata, mubazir, berlebihan, dan tetap tidak lebay meski sepertinya ingin lebay!!!"

Saya : " Rasa-rasanya, yang tidak baku, tidak efektiv, tidak indah, boros kata, mubazir, berlebihan, dan tetap tidak lebay meski sepertinya ingin lebay itu adalah Ibu/ Bapak GBH."


" Hari kedua, hari yang sial dalam satu minggu ini. Sepertinya saya harus memindahkan kalimat : Astagfirullah hal aldzim!!! ya Allah apa salah hamba...apakah ini karma dari Mu ya Allah... kesebelah sini karena: ( ayo kita lakukan pengujian dan pemeriksaan kembali ke TKP )

Malam hari sebelum hari kedua ini, saya belajar sampai malam kira-kira jam 12 malam -untuk Anda, jam 12 malam mungkin masih sore, tetapi untuk saya ini sudah sangat malam. Ini karena saya biasa tidur jam 7 dan memiliki porsi tidur yang cukup lebih panjang dari kalian, 9-10 jam- karena pada hari yang kedua ini saya memilki dua lagi mata pelajaran yang harus saya hadapi, fisika dan agama. Akibatnya, pada hari kedua saya sangat mengantuk, mata saya perih ketika harus dihadapkan dengan pencahayaan yang terlalu terang di sekolah saya, kantung mata saya menghitam, dan kelopak mata sebelah kanan bawah saya bengkak.

Kedua mata pelajaran ini membuat saya bingung untuk memilih yang mana yang seharusnya saya dahulukan?
Fisika banyak sekali bab yang keluar di UAS ini, ditambah beberapa bagiannya belum diajarkan, sehingga memerlukan pemahaman sendiri tanpa guru untuk mempelajarinya. Jika saya mengutamakan fisika, saya pasti bisa lebih baik karena saya sudah punya modal dasar yang cukup bagus selama ini di fisika.
Tetapi bagaimana dengan agama, banyak sekali yang akan keluar di UAS. Agama sendiri saja sudah dipecah menjadi:
1). Fikih;
2). Al-Quran dan Hadis;
3). Bahasa Arab;
4). Aidah dan Akhlak; dan
5). Tarikh,
lalu masing-masing dari itu terdiri dari beberapa bab yang akan di ujikan. Saya pasti tidak akan bisa mendapatkan nilai yang bagus jika tidak belajar di Agama. Tetapi, jika saya mendahulukan agama, saya takut justru fisika saya yang buruk.

Bagaimana ini?
Pilihan mana yang harus saya ambil karena waktu tidak mencukup untuk mempelajari kedua-duanya sekaligus.

Akhirnya stage pertama pun dimulai, fisika.
Benar, bagian yang harus dipelajari sendiri keluar banyak, saya tidak sanggup untuk mengerjakan semuanya seperti seorang yang tidak bisa berenang tercebur sendirian di tengah-tengah samudra yang luas nan dalam, hanya mukjizat dari Tuhan sajalah yang dapat menyelamatkan saya dan orang malang itu...
( A: " Emang orang itu orang malang?" 
  B: " Iya, malah dia juga tukang bakwan malang. Saya sering beli tuh..." 
  C: " Aduh...rumpi banget bu..." )
Ditambah lagi pengawas yang ketat dan nyebelin!!! TIDAK BOLEH PAKE KALKULATOR. Padahal ruangan yang lain boleh.

Hasil fisika saya ternyata cuma 78. Karena banyaknya komplen, akhirnya beberapa nomor dihapuskan dari catatan sejarah UAS fisika tahun ini, sehingga terjadi penambahan skor sebanyak 12 kepada masing-masing anak. Akhirnya nilai saya menjadi : 90.

Hasil agama pun cuma 87."

 " Oyah, satu lagi kejadian yang nyebelin buat hari ini. Hari ini entah ada kejadian apa yang menyebabkan jalan macet padahal udah berangkat pagi. Sopirnya juga punya niat yang tulus, suci, dan bersih tetapi ternyata niat itu tidak semulus yang diharapkan.
Kronologinya : mobil diputar balik, jalan balik ternyata juga macet, jalan tembusnya juga macet, dan muter-muter.

Tetapi masih ada satu kejadian lagi. Kaki kanan saya terlindas mobil...!!! Ouch...!!! Sakit...!!!"

" Huhh..."

" Hari ketiga:

Matematika lumayan lancar karena udah dikasih latihan. Cuma essay nomor satu yang salah masukin rumus. Kirain rumusnya yang simpangan rata-rata, ternyata simpangan baku. Makannya nilainya cuma 91.

Bahasa inggris lumayan susah. Hasilnya menyusul."

" Oke hari keempat. Hanya biologi. Soalnya susah. Alasan kenapa susah :

1). banyak soal yang ga ada di buku;
2). banyak soal yang belum diajarin;
3). banyak soal yang isinya mirip-mirip;
4). gurunya aneh, masa nanya soal ga boleh lebih dari 2, emang soal yang dia bikin bener semua apa; dan
5). masa kita suruh nafsirin sendiri soal yang ga jelas, padahalkan dia yang bikin soal, dan padahal kata temen saya, ntu guru katanya ngomong gini:
" Kalo ada yang ga jelas soalnya, tanya aja sama saya."
Lalu apa? kok di tanya malah jawabannya bertolak belakang.

Yaudah, langsung ke hasilnya : 67 !!!!

Nilai yang bener-bener buruk!!!
Ah ngeselin banget!!!

Udah gitu seluruh siswa pake dihasihanin* lagi, pada ditambah 12 nilainya. Jadi, nilai saya 73. Rasanya bener-bener ga enak kalo dapet nilai itu bukan dari usaha sendiri."

*dihasihanin???
bukannya dikasihani?
aduh...apa sajalah...

" Hari terakhir. KI-MI-YA!!!!"

( drum....drum...teet..tenteren...teng-teng....teeet...teeeeeeet.....[drum band])

" Aduh kimianya boleh pake kalkulator, karena hapenya mati, jadi ga tahu kalo boleh. Itung-itungannya angkanya gede. Jadinya harus minjem kalkulator di kelas. Udah gitu lumayan susah.

Ah...susah!!!

Nilainya cuma dapet 73!"

" (huhh) "

" Oke...

Laporan kegiatan saya selama satu pekan tertanggal 3-7 mei 2010 selesai. Semoga Anda-Anda bisa mengerti dan memahami kesusahan, penderitaan, kesedihan, dan duka nestapa saya yang begitu kelam. Semoga hal ini tidak Anda alami. Cukup saya sajalah yang mengalaminya. Sekian. Wasalam...!!!"