Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

April 07, 2010

apakah saya masuk ke lorong waktu???

siapa yang tidak pernah dengar lorong waktu...?
apakah Anda tidak pernah dengar dan tidak pernah tahu?

oke, saya akan jelaskan secara singkat. Lorong waktu adalah sebuah istilah yang sering digunakan orang awam bahkan saintis sekali pun untuk menggambarkan sebuah dimensi waktu. Dalam kehidupan nyata, kita mengenal dua dimensi, yang pertama dimensi ruang, dan yang kedua dimensi waktu. Kedua dimensi itu menyatu sehingga lahirlah dimensi yang menjadi tempat tinggal kita sekarang ini. Dimensi waktu adalah sebuah ruang waktu dimana tidak ada yang dapat menggambarkan secara detail dimana ruang itu berada, saya pernah baca secara singkat, bahwa kita bisa masuk kesana dengan menggunakan kendaraan yang kecepatannya minimumnya 300.000 kilometer/detik...setara dengan kecepatan cahaya... Nah, kalo kita udah sampe di dimensi waktu atau lorong waktu itu, huh, kita bisa ngelakuin apa aja. Kita bisa kembali kemasa lalu atau kemasa depan tanpa harus jadi tua atau jadi muda lagi, bisa juga cepetin atau ngelamain waktu...

enakkan kalo udah sampe disana...

buat temen-temen yang lain, jangan berkecil hati dulu kalo ga punya kendaraan secepat itu karena kita bisa masuk kesana secara kebetulan, contohnya Ashabul Kahfi yang tertidur 300 tahun dalam gua dan dirinya masih bisa hidup setelah menempuh waktu selama itu, saat dia bangun, anjing penjaganyanya aja udah jadi tulang belulang dan ia baru sadar saat ia mulai merasa lapar, dengan uang yang ia punya, ia mencoba beli makanan dan pelayannya kaget kalo uang mereka itu kan uang 300 tahun yang lalu...
kalo mau yang secara tidak kebetulan, contohnya Nabi Muhammad SAW yang isra' mi'raj pake Buraq yang merupakan kendaraan tercanggih dari surga yang katanya secepat kilat, kilatkan cahaya juga, ya kecepatanya berarti juga secepat cahaya,,,nah, Nabi itu naik kelangit sampe ketingkat yang tertinggi hanya dalam waktu semalaman, keliling bumi aja yang udah luas dan udah diketahui kelilingnya aja ga bisa satu malem nyampe lagi, tapi langit yang maha luas bisa sampe keujungnya hanya dalam waktu semalaman,subhanallah...

lalu apa hubungannya dengan saya? dengan judul yang saya tulis diatas?

ya,
kemarin tanggal 7 april 2010, waktu berjalan sangat lambat!!!

ceritanya mulai saat bel pulang sekolah berbunyi...
saya memutuskan untuk tidak langsung pulang melainkan main komputer dulu di lab sekolah dan memutuskan pulang bareng pelayan sekolah seperti biasa,, bel pulang kurang lebih setengah tiga. Saya berani untuk pulang lebih lambat karena berharap langit sore akan bersahabat dengan saya.
Tetapi tidak, setelah menghabiskan setengah jam di lab, langit menangis dan menjerit sangat dahsyat sehingga saya sangat menyesal karena sudah memutuskan pulang lebih lambat.
Hampir jam empat sore adalah waktu terakhir saya di lab, saya memutuskan untuk keluar dan menunggu langit tersenyum lagi. Setelah mulai terhapus air mata sang langit, saya masih tetap disekolah menunggu barengan saya karena saya berfikir percuma untuk pulang sekarang, sudah keburu jadi bubur, nasi yang saya masak...
Barengan saya belum langsung pulang, saya pun masih setia menunggu lama untuknya. Hingga langit menangis kembali lebih lebat dari sebelumnya. Saya menunggu di pelataran parkir yang sudah diatapi dan disediakan cukup kursi sebagai tempat duduk dan ruang tunggu sementara langit masih menangis bahkan meronta-ronta, ya, angin atau lebih dekat dengan badai terjadi menghempas-hempaskan deburannya dihadapanku dan beberapa sosok lain yang ikut hadir diruang tunggu yang outdoor.
Saya betul-betul menyesal untuk kedua kalinya, seharusnya saya memanfaatkan waktu saat langit mereda tadi untuk pulang bukan masih setia menunggu.
Hingga akhirnya waktu penantian menunggu hujan badai ini sampai juga. Setelah menunggu sangat lama dan kedinginan, saya akhirnya pulang jua bersama barengan saya. Saya tidak tahu sudah menunggu selama apa karena saya tidak membawa alat penunjuk jam, waktu yang menjadi patokan saya hanya jam dinding di ruang lab komputer tadi, waktu terakhir saya melihat jam adalah jam empat sore. Saya hanya mengira-ira sudah menunggu lebih dari satu jam.
Perjalan pulang pun dimulai dan saya masih buta waktu. Diperjalan pulang, saya mengetahui kejadian yang -saya tidak bisa mendeskripsikannya, semua perasaan menyatu-. Ya, masih dalam satu kawasan, kurang lebih 2 km dari sekolah saya yang lumayan dekat ternyata disana langit masih tertawa, belum terjadi hujan, tanda-tanda telah terjadi hujan pun tidak ada, hanya langit yang menguning keabuan akibat pendaran cahaya mentari yang membias dengan awan hujan yang masih menggerayangi langit didekat sekolah saya!!! Saya bingung harus biacara apa...
Selama perjalanan pun, pastinya saya telah menghabiskan banyak waktu. Sekolah dengan rumah sangat jauh. Biasanya jika berangkat dan pulang sekolah butuh waktu kurang lebih 45 menit sampai satu jam. Oleh karena itu, bisa Anda bayangkan kan waktu yang saya butuhkan untuk sampai dirumah dari sekolah. Sekarang, akhirnya saya sampai di rumah dan langit masih menguning kecut di badan langit rumah saya.

Kalau di hitung secara kasar dari cerita saya diatas, sekarang adalah pukul=

16.00 keluar dari lab komputer
01.00 menunggu hujan
01.00 perjalanan pulang +
18.00 saya sampai dirumah...

tetapi, saya benar-benar kaget setelah sampai di rumah...
kenapa?
kenapa?
kenapa?
kerena jam di hand phone saya menunjukan pukul 17.10...!!!!!!!!

saya pun terperanjat heran dan langsung meyakinkan dengan melihat jam di televisi karena jam di televisi pasti akurat. Sangat tidak mungkin perkiraan saya bergeser begitu jauh sampai 5o menit lamanya. Namun, jam di televisi membuat saya dua kali terperanjat dan sedikit, secuil, seemprit meredam rasa kaget saya sebelumnya, jam di televisi menunjukan pukul 17.14...

lalu apa?
apa saya sudah masuk ke lorong waktu?