Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

Oktober 08, 2009

bekie si ratu mimpi

kata orang mimpi ketiban durian runtuh pasti akan dapat sesuatu yang membahagiakan atau sebuah keberuntungan. hal inilah yang membuat ku sangat cemburu pada hampir seluruh siswa disekolah ku yang hampir semua dari mereka mimpi seperti itu dan tak hanya sekali dan keberuntungan itu benar-benar terjadi pada mereka! apalagi teman sebangku ku sendiri hampir setiap malam mimpi seperti itu!!!

"pagi bekie..., semalam gue mimpi durian runtuh lagi loh...", ujarnya dengan air muka yang membuat ku serasa ingin muntah.

"so...? apalagi yang bakal lo dapet?"

rara namanya, teman sebangku ku yang aku ceritakan tadi. efek samping mimpi itu bekerja cepat pada dirinya. setidaknya ada lima keberuntungan yang telah ia dapat, pertama ia menemukan kotak pensil yang terisi penuh dengan alat tulis, tak tertulis siapa pemiliknya, ia menemukannya dipagi hari saat ia ketoilet sekolah. kedua, ditraktir makan oleh seorang temanku yang kaya saat sarapan dikantin, ia mengeluarkan uang dan menyuruh rara untuk membayar pada bu kantin dan kembalinya untuknya, padahal jajanan mereka hanya rp 20.000,00 dan uang yang diberikan rp 100.000. ketiga, ia diberikan kue brownies satu kotak besar oleh guru, bu eka, bu eka membawa kue brownies dari rumah tapi bukan untuknya, untuk kepsek, tapi kepsek tdk masuk, kebetulan rara lewat, bu eka pun langsung memberikannya pada rara dengan alasan bu eka sebenarnya tidak suka brownies. keempat, dia menemukan dompet dengan uang yang lumayan banyak. dompetnya tak ada tanda-tanda kepemilikan sama sekali, apa lagi ia menemukannya di jalan saat berangkat sekolah. dan kelima ia menemukan handphone milik dirga, salah satu dari lima bidadara sekolah yang paling sempurna!! ia tidak berniat jahat, karena ia mengembalikannya pada dirga, tapi hal yang terjadi selanjutnya adalah mereka tiba-tiba jadian, katanya dirga menembaknya. harus ku akui, rara cantik dan aku tidak terlalu.

"aku tidak tahu, semoga sesuatu yang lebih berharga dari dirga...hehe...",jawabnya sambil sambil senyum-senyum seperti membayangkan sesosok pria yang lebih sempurna dari dirga. padahal dirga sudah sempurna, tampan, baik, cool, macho, kaya, dan apa pun kelebihan terpendam dan terlihat dari dirga yang belum aku sebutkan.

"ah ga ada puasnya banget sih, ra...dirga udah cukup kali?"jawabku agak sinis, agak tersinggung. "gue aja belum pernah punya pacar, nah lu yang punya dirga masih aja belum cukup."

"ups..sorry deh bek kalo lo tersinggung, gue ga ada maksud kok. jodoh mah ga kemana sih bek...hehe.", ujarnya menghibur dengan tertawa yang dibuat-buat. "lagi pula aku sudah putus kok dengan dirga."

"loh kenapa?"

rara menarik nafas dalam-dalam. "ternyata gue cuma pelariannya dia aja bek...!!! ternyata dia gay!!!!!!!!"

"ohh"
* * *

huh ini sudah berakhir. aku sudah pulang dan terbaring diranjang ku yang seperti jelly, empuk dan membal. ternyata hasil ulangan rara lebih bagus dari ku, padahal akulah lahan contekannya. isinya sama, tapi aku mungkin kurang betul saat menghitamkan lembar jawaban komputer. maklum lah, komputer bukan barang yang gampang bernegosiasi atau memberikan dispensasi. hal yang benar akan jadi salah dimata komputer kalau aturannya tidak sesuai atas kemauannya. kesal sekali, rara dapat nilai seratus dan aku hanya sembilan dari tiga puluh soal ulangan. apalagi nilai rara tertinggi dikelas.

aku sadar aku tak boleh berdiam diri. harus ada keberuntungan yang datang karena aku benar-benar cemburu pada kenyataan hidup ini!!! kenapa mimpi durian runtuh itu tak pernah datang menghampiri ku, padahal hal itu sudah jadi pandemik disekolah ku!!!!!!!!!!!!!

ia, aku tahu, ayah mungkin punya solusinya.

* * *

aku mengendap-endap diruang kerja ayah. sore ini rumah ku sepi karena ayah dan ibu sedang menghadiri pesta pernikahan teman mereka. ayah ku seorang ilmuan, pasti ia punya ramuan yang dapat membuatku bermimpi durian runtuh. ku cari dilemari besar dengan pintu kaca, terdapat banyak botol berlebel, ada yang bertulis tanaman, burung, kucing, dan lain-lain. nah, itu dia dengan tulisan mimpi. pasti ini dia yang aku sedang cari!

aku segera mengambilnya, dan membawa botol ramuan ini ke kamar ku, isinya tidak banyak, kurang lebih hanya dua sendok makan.

ini dia saat yang aku tunggu, malam. aku meminum ramuan ini sebelum aku tertidur sambil memusatkan pikiran ku pada durian runtuh, berharap aku memimpikannya. lalu aku mulai tidur tak sadarkan diri, badan ku seperti tak punya tulang bahkan otot ataupun daging, rasanya lemas setelah meminumnya, dan aku mulai masuk kedimensi mimpi ku...

* * *

"rara..... tidak!!! gue mimpi yang sangat aneh semalam, sebenarnya tidak aneh juga, tapi mengerikan, menakutkan, menyeramkan!!!", teriakku saat masuk keruang kelas. seisinya menancapkan bola matanya kehadapanku. malu tak malu, tapi aku tak malu.

"memangnya apa?", jawabnya sambil menghisap lollypop. "bekie, gue semalam mimpi lagi donk..."

"ah nanti saja dengerin lu cerita... lo harus dengar cerita gue dulu."

"memang apa?"

aku menarik nafas dalam-dalam dan mulai menceritakan mimpiku semalam bahwa aku bertemu alien!! ia sangat mengerikan dengan wajah hijau seperti telur dan menculik ku ke suatu tempat. aku terpiasah dengan rumah ku, kota ku, negara ku, planet ku!! aku diculik ke planetnya jauh sekali, aku berteriak-teriak tapi mereka malah menertawakan ku. lalu aku terbangun saat ayah dan ibu datang kekamarku mengoyang-goyangkan tubuhku. katanya aku berteriak-teriak sehingga seluruh makhluk hidup di kamar ku terbangun.

"rara, apa maksud mimpi gue?"

"mungkin lo akan diculik,ah kehilangan uang, eh kayaknya mau nemu duit, bukan deh, mau tabrakan, eh ,atau mau dapet pacar... "

"stop, bacot lo bikin gue tambah ilfel.."

"yaudah mending lu denger cerita mimpi durian runtuh gue lagi...."

"ga ada!!!! ga ada waktu buat dengerin!!!", ujar ku sambil keluar ruang kelas menuju kamar mandi untuk menarik beberapa nafas surga toilet.

* * *
sudah pulang sekolah, tapi rara belum mendapatkan keberuntungannya. apakah keberuntungan mimpi durian runtuh itu telah lenyap seiring bergulirnya waktu? apakah semua hal-hal ajaib itu akan hilang sebelum aku memimpikan durian runtuh? dan apakah kecemburuan ku kepada hampir semua teman sekolah ku akan berakhir?

huh...aku bingung. aku berharap semoga keberuntungan mimpi durian runtuh itu akan lenyap. dan benar, rara terserempet mobil sedan vios warna hitam dipintu gerbang sekolah. secepat detik berlalu, teman-teman mulai mengerubungi tempat kejadian perkara. aku senang akan apa yang aku harapkan jadi kenyataan. tapi...oh tidak, ini artinya kalau aku juga senang melihat temanku menderita!!!

aku segera berlari menuju rara yang jatuh terkapar. aku sulit melihat apa yang terjadi karena tertutup tubuh-tubuh manusia yang berkerumunan disana. aku datang dan melihat siapa yang menyerempet rara, ternyata faisal!! salah satu dari lima bidadara sekolah yang paling sempurna!!! dan faisal itulah satu-satunya laki-laki dalam sejarah hidupku yang aku cintai!!!! faisal yang paling tampan, kaya, dan segalanya dari seluruh laki-laki yang pernah kukenal, dia cinta pertama buat ku!!!!!

sungguh, aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. faisal memasukan rara kedalam mobilnya dan menuju rumah sakit. mereka berdua-duaan di dalam mobil!! apa efek mimpi itu kan tetap berlangsung? dan tak akan pernah lenyap dari rara?

otak ku mau pecah!!!aku mau berteriak, memuntahkan emosiku yang bergejolak membakar hati ini. atau mungkin menangis, membuat hujan lebat dipipi ku. tapi aku masih memiliki urat malu yang masih tersambung.

* * *

huh, aku terus menyobek-nyobek kertas dari buku kosong sambil berfikir kenyataan hidup apa yang akan menimpaku sehabis ini. apa mungkin aku akan kehilangan cinta pertama ku? rara dan faisal yang akan bersatu? atau apapun yang membuatku ingin....

kututup dua kantung bola mataku. masuk kealam lain untuk tidur melupakan segala keburukan dihari ini. semoga besok lebih baik.

* * *

"wah tidak!!!", teriak ku keluar kamar turun keruang makan, ada ibu yang sedang menyiapkan sarapan. "bu, ayah mana? ini darurat?"

"sedang mandi, kamu mandi saja dulu, nanti baru cerita ke ayah."

aku pun mengurungkan niat ku sejenak, aku mandi , dan kembali.

"ayah, aku mimpi buruk!!! aku mimpi bertemu alien lagi!!! itu semua karena ramuan ayah. aku sengaja meminumnya dari ruang kerja ayah...."

"ohhh...............", ayah meng-olok ku.

"ayah ini serius!"

"iya, ayah sudah sadar kalau kamu meminum ramuan ayah", ujar ayah sambil melanjutkan sarapannya. "nanti sore ayah berikan obat penawarnya."

"janji ya, yah. aku sudah bosan dua malam mimpi seperti ini terus."

"iya."

* * *

kejadian buruk langsung minimpa saat aku masuk kedalam kelas. rara sedang senyum-senyum mesra membaca sepucuk surat. firasat ku langsung mengatakan bahwa itu adalah surat dari faisal yang menembaknya. lalu aku datangi rara.

"hai ra, itu surat dari siapa?", tanyaku sambil menaruh tas.

"lu pasti ga percaya ,bek kalau ini dari faisal. nih baca deh bek.."

aku di berikannya surat tanpa amplop yang sedari tadi dia baca. ternyata benar, faisal menembaknya!!!!!!!! aku rasanya tak kuat untuk menahan segala kepahitan ini!!!!!! aku ingin menangis mengeluarkan segenap air mata ini, tapi aku tak bisa, karena aku tak ingin rahasia ku terbongkar. membaca kata demi kata dengan sebutan yang begitu mesra; aku-kamu, membuat ku gemetar menahan air mata ini. setelah membacanya, aku pergi kekamar mandi. aku menangis disana dengan pintu kamar mandi yang aku kunci. air mata ku tak habis-habis seiring aku mengingat isi surat itu, terus deras mengalir.

* * *

ini sudah malam, ku sobek-sobek dua buku kosong sambil meneteskan air mata ku lagi. hati ku seperti pohon yang digergaji,srek-srek, terpotong-potong. sudah pukul 11 malam. aku rasa ini cukup, aku pun tidur dan meminum ramuan penawar yang ayah berikan tadi sore.

* * *

"ah tidak!!! ayah aku tetap mimpi alien!!!!!!!!!!!!!!", teriak ku dari dalam kamar.

"duh ada apa sih bekie? jangan lebay gitu ah. malu kalau sampai tetangga dengar.",ujar ibu membuka pintu kamar ku.

"habis ayah bohong, katanya kalau aku minum obat penawarnya aku sembuh."

"loh, kan ga secepat itu. waktunya satu hari.",jelas ayah

"ih...tapi kan ayah ga boleh gitu dong. melanggar undang-undang kasus penipuan!!!"

"ayah ga nipu sih....ye, kamu aja yang maunya cepet-cepet, kan semua butuh proses."

"pokoknya ayah nipu."

* * *

ini sudah kali ketiga aku mimpi seperti ini. tapi esok semua akan berakhir. besok aku akan jadi bekie yang normal. penuh dengan mimpi-mimpi bahagia. tapi tidak di kenyataan hidup bahwa aku harus kehilangan cinta ku. faisal yang selama ini aku cintai meski dengan diam-diam. dan hayalan ku untuk dapat memadu kasih dengannya tetap jadi mimpi ku.

"bekie...",sapa rara dengan wajah bermuram durja.

"iya ra, kenapa? muka lu kayak origami ga jadi deh, kusut kelipet-lipet."

"iya lah....mana ada orang yang ga se-feel sama gue kalo udah sebegitu pd-nya tapi ternyata ujung-ujung harus malu setengah mati."

"kenapa emangnya?"

"tahu kan surat yang kemarin dari faisal? ini dia"

rara memberikan ku surat yang sama dengan amplopnya. tertulis: "dear: bekie"
sontak aku berteriak. "rara!! jadi faisal nembak gue?!!!"

"ia bukan gue, bek"

perasaan ku campur aduk, aku tak bisa lagi berkata-kata, bahkan untuk menarik nafas. dunia seakan berhenti sejenak saat ku tahu yang sebenarnya. ini bukan mimpi ku lagi, ini kenyataan!

"bek, jadi ceritanya suratnya dititipin faisal ke temennya pake amplop, tapi temennya iseng buka-buka dan lupa masukin suratnya lagi ke amplop. terus dia maen kasih aja ke gue", jelas rara.