Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

Agustus 10, 2009

hal yang harus di perbaiki....

pada hari itu,mungkin hari yang paling menyeramkan.kenapa tidak,beberapa orang ogre, troll, dan werewolf datang kerumah ku. dirumah tidak ada dad sebagai seorang pelindung, hanya ada mom, aku, dan dua adik ku yang masih kecil. aku takut, dan tak kalah takutnya mom dan kedua adik ku.

para monster itu ingin membunuh seluruh keluarga ku. dalam hati ku yang paling dalam aku berteriak,"dad...cepat pulang...!!!",namun hal itu hanya seujar auman anak singa di tengah samudra yang luas. aku sadar,mom tak bisa berbuat apa-apa selain melindungi kedua adik ku dalam pelukannya yang tidak sekuat dinding baja atau pun bata. oleh karena kesadaran ku itu, akulah yang harus melindungi mom dan kedua adik ku, sebagai anak laki-laki paling tertua. namun aku bisa berbuat apa? aku hanya anak tukang kayu berumur 15 tahun yang lemah. ogre, troll, dan werewolf itu begitu menyeramkan. setiap dentang waktu aku menatap wajah mereka, bagaikan api lilin yang membakar batangnya begitu cepat menghilangkan setiap keberanian yang ku kumpulkan sedari tadi ini.

"aurgh.......aku lapar,aku ingin kalian......"ujar salah seorang ogre dengan mata lebam seperti habis mabuk dan mulut beserta giginya yang penuh lendir menetes tiap mengucap kata demi kata.

"jangan, jangan makan kami,"ujar mom dengan terbata-bata. "kau boleh ambil semua uang kami, tapi jangan hidup kami..."

"aku tak butuh uang kalian, yang aku butuhkan adalah seporsi manusia atau lebih", ujar salah seorang werewolf.

aku masih terpaku pada keadaan ini. detik demi detik kurasakan ketegangan antara hidup atau mati. seketika itu juga aku sadar bahwa aku harus melakukan sesuatu.

dengan memanfaatkan suatu kesempitan 1000 kali lebih rapat dari 2 atau lebih ikatan atom, dengan kecerdikan yang hampir habis, aku mengambil sebuah kapak besar dari balik lemari yang tertutup sehelai kain di belakang tubuhku. "semoga para monster itu tak melihatnya", ujar ku dalam hati. selangkah demi selangkah jari aku merogoh ke dalamnya. "mana dia, kapak yang biasa di gunakan dad untuk memenggal badan kayu dihutan?"

keringat dingin mulai menetes bulir demi bulir, ku tatap lagi kejadian yang ada, para monster itu masih di depan pintu, bernegosiasi dengan mom.tiba-tiba...

"aughr..."teriak salah seorang troll sambil maju ke dalam rumah gubuk kami. mom segera maju kedalam bersama kedua adik ku dengan takut nya. adikku berteriak,"jangan,jangan kau bunuh kami!!"

"ah berisik kau anak kecil. aku akan memakan mu duluan nanti",jawab seorang ogre. adikku pun kembali ke dalam pelukan ibuku. perlu ku jelaskan bahwa sekarang hanya tinggal 3 monster disini. beberapa orang sudah meninggalkan rumah ku mungkin akibat hasil negosiasi yang kilat dengan mom, tapi aku tak tahu negosiasi apa itu

nah! ini dia kapak yang aku cari-cari sedari tadi. ku genggam kapak ini erat-erat. tangan ku terasa sangat berat untuk menggengamnya. saraf-saraf tangan kanan ini serasa ingin lari dari tubuh ku, gemetar tak karuan sambil mengucurkan air segar dari dalam kulitku.

"mom awas...!!!", aku mengarahkan dan mengacungkan kapak ku kearah ogre yang berada pada baris terdepan.

"mau apa kau anak kecil? ah menyebalkan!"

aku tak menanggapi ucapannya, ia aku malas sekali menaggapinya, yang harus aku tanggapi adalah bagaimana cara mengusir mereka dari sini. ia aku tahu bahwa aku harus membunuh mereka, dengan kapak ini.

ku kumpulkan semua kekuatan dalam hati ku sambil tertunduk menatap setiap debu dilantai tanah ini. sejauh yang ku pandang, debu-debu ini begitu kecil, dan sesungguhnya aku tak melihat debu tapi kotoran dari debu, atau debu yang menyatu menjadi kotoran. baik aku sudah siap. aku kepal tangan ku dengan erat, menumpukan dua telapak tangan dalam satu batang kapak. hidup-mati...

"iaaaaa............", aku dengan teriakan semangat dari jiwa hatiku yang lain, mamberikan semangat lebih dari ini. ku arahkan kapak ini dengan sekuat-kuatnya tepat kearah ogre ini. seketika itu juga darah tercucucr deras dari kepala ogre itu, mengalir sederas sungai, runtuh sederas air terjun. tak kuasa hati ini melihat darah, jijik, takut, dan sangat mengerikan.

ogre itu pun jatuh terkapar dengan kepala yang terbelah. kapak ini masih ku genggam dan masih menggigil kedua tangan ku.aku hanya menunduk dibawah bangkai monster yang telah ku bunuh. aku mendengar mom dan kedua adikku mengernyit, menarik nafas panjang, dan kaget akan hal yang ku lakukan ini.

tiba-tiba seekor werewolf yang berada di belakang ogre dan troll melompat untuk menerkamku. aku ingin menjerit kaget sekaligus takut, namun tak secuil pun suara keluar dari rongga mulut ku. seketika itu juga, secepat itu juga, dan saat itu juga, adik pertama ku, hana, memelukku, memasang punggungnya untuk melindungi ku dari werewolf yang tinggal centi demi centi meter itu sampai untuk mengigitku.

begitu cepatnya kejadian itu, dan adikku pun akhirnya tergigit oleh werewolf yang sebenarnya menginginkan ku. aku bingung, entah apa yang harus aku lakukan.

selang beberapa detik yang begitu singkat, mulai tumbuh bulu-bulu di tubuh adik ku, daerah matanya yang putih mulai berubah menjadi merah, kudengar gigi-gigi yang mengernyit dari mulutnya memberi isyarat bahwa taring-tarig mulai tumbuh,dan adiku pun berubah menjadi sesosok werewolf!!!

"kak...maafkan aku, aku tahu aku salah telah merelakan diriku tergigit oleh werewolf itu, tapi bagaimananpun juga aku sayang kakak...",ujarnya dengan meneteskan air mata.

aku memeluknya dan mom pun ikut memeluk kami bersama adikku yang satu lagi. kami meneteskan air mata bersama, air mata yang sangat berat untuk diguguran, bulir-bulir air mata yang begitu mahal, inilah hujan, hujan kasih sayang.

"mom, kak, dan samanta(adikku yang satu lagi), jaga diri kalian baik-baik, sebentar lagi aku akan melupakan kalian semua. biar aku yang akan melawan werewolf dan troll itu. kalian silakan lari sejauh-jauhnya lewat pintu belakang..."

"hana, kau begitu baik, tuhan pasti mempertemukan kita lagi bersama. mom sejujurnya tak ingin pergi, tapi mom begitu sulit untuk memilih. maafkan kami hana..."mom tak kuasa lagi untuk berkata-kata. air matanya kembali berjatuhan.

"ayo mom kita pergi",ujar ku sambil menahan perasaan yang begitu nenghujam kekuasaan hati untuk tetap disini.

"untuk yang terakhir kalinya, hana kami cinta pada mu", ujar mom masih menangis.

kami pun pergi, samanta digendong oleh mom. aku dan mom segera berlari. kulihat kebelakang seraya berlari, hana mencoba menghalangi para monster itu. masih ku dengar suara monster itu, "aurgh...mau kemana kalian jangan lari!!"

kulihat adik ku, werewolf, dia lebih berani dari sebelumnya, pasti karena dia telah berubah menjadi monster juga.

aku meneruskan berlari bersama mom, sudah sampai dihalaman belakang. aku berfikir sungguh kejamnya diriku..

"a....!!!!",aku terjatuh, sebuah batu besar menghalangi langkahku.

brugh...

"a....!!!!" aku terjatuh, benar-benar jatuh. sakit!

ku elus-elus punggung dan bokong ku, rasanya benar jauh dari jatuh saat main lompat kaki. aku lihat sekeliling atmosfer ini.

"ah...!!! inikan di dalam kamar!", teriaku kaget. aku baru sadar bahwa aku baru saja bermimpi. mimpi buruk yang begitu menusuk perasaan.

harus ku akui, selama ini aku tak pernah memiliki hubungan baik dengan hana, adik ku. mimpi buruk ini telah menyadarkan ku akan perasaan yang sesungguhnya bahwa aku memang menyayanginya. inilah perasaan yang selama ini tertutup gas yang begitu pekat yang menghalangi sinar matahari untuk masuk kedalamnya.

aku baru menyadari bahwa ini semua adalah sebuah isyarat. mulai sekarang aku harus berubah, untuk lebih menyayangi hana karena selama ini aku hanya bertindak kurang baik padanya. rasa sayang yang aku tunjukan sama sekali tak ada artinya karena ungkapan sayang ku adalah hanya berupa omelan padanya. ia aku tahu, ada hal yang harus aku perbaiki pada hana, memperbaiki kasih sayangku...

ternyata jadi juga

ai sobat blogger...............
gue ejja...................
sebenernya gue udah punya 3 blog sama ini................
duh cape,coz gue lupa mulu sama paspord nya................hahaha.......................
tapi akhirnya jadi juga..................