Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

Agustus 26, 2009

sekolah misteri ::part 1

hari ini hari yang mungkin sial. kenapa tidak, hasil ujian akhir tak sebagus yang semua keluarga ku harapkan. biasanya aku mampu menyelesaikan dengan baik namun kenapa sekarang tidak..!!! aku tak bisa berbicara apapun lagi saat melihat laporan hasil belajar ku yang amat buruk. hal yang pertama sepanjang sejarah hidup ku..!!!

dad, mom, paman joss, dan bibi sue,setuju menyekolahkan ku di sekolah baru. seenaknya saja sebenarnya mereka. namun sebagai makhluk paling kecil di dalam rumah bersama kami, aku tak bisa menolak. hanya harap semoga sekolah baru lebih baik.

semua keluarga ku memulai perburuan mencarikan sekolah tersebut. satu minggu pun terhapus, dad, mom, paman joss, bibi sue, sudah mendapatkan sekolah masing-masing untuk ku. acara debat pun dimulai.

"sekolah terbaik untuk Cindy adalah Karlotus di Jamborsi", ujar bibi sue.

"tidak, Karlotus terlalu lemah pendidikannya, Cindy harus di didik menjadi seorang pengusaha hebat. lebih baik di Garygarford, sekolah ilmu keuangan tingkat tinggi bertaraf internasional",ujar paman joss.

"kau benar juga joss, Garygarford mungkin bagus agar Cindy menerusakan bisnis keluarga kita. tapi keluarga kita mungkin harus berganti profesi ke hal yang lebih indah. aku ingin Cindy sekolah di arttraria school",ujar mom.

aku pikir ini lumayan baik, sudah bosan aku dituntut untuk pintar dalam angka-angka. terlalu banyak hal yang indah didunia ini yang terlewatkan selama 15 tahun sejarah hidup ku."oke mom aku mau."

"tapi, pekerjaan apa yang akan dilakukan Cindy nanti? apakah hanya seorang musikus? painter? dancer? atau apapun yang tak menghasilkan banyak uang...",ujar paman joss.

"uang yang keluarga kita punya masih cukup untuk beberapa generasi kita ke depan,"jawab dad. "aku yakin pasti Cindy dapat menjadi peseni yang sukses."

"ya paman joss, jangan khawatir, aku kan buktikan aku akan sukses di bidang baru keluarga kita",tambah ku meyakinkan.

sedetik, dua detik, tiga, empat, lima, satu menit, satu jam, satu hari, satu minggu, dan tiga minggu berlalu.
huh
penantian panjang. akhirnya hari ini, senin 31 oktober aku sekolah di arttraria. sekolah yang menarik. seperti kastil tua, saat pertama kalinya aku melihat sekolah ini. sempat ku tanya pada mom dimana ia tahu sekolah ini, mom menjawab dari internet, iklan yang dipasang di situs jejaring sosial yang diikuti mom. sekolah ini cukup baik di lihat dari wajah-wajah yang ditampakan didepan gerbang masuk oleh penjaga sekolahnya. aku tak melihat manusia lain yang bersekolah disini selain aku, suasananya hening di halaman sekolah ini. patung berbentuk manusia bersayap dan berekor menjadi pajangan terbesar dihalaman yang cukup luas dengan rumput kuning tapi subur.

"patung aneh," ujar ku dalam hati. bayangkan saja, manusia bersayap dan berekor. lucu, karena ditambah tidak memakai pakaian sehelai pun. badan six pack, rambut tidak terlalu panjang, hidung mancung, mata biasa saja, dan satu lagi, pasti kau akan tertawa melihat patung ini, tangan kanan nya mengarah kekanan, jadinya arah barat, dan tangan kirinya memegang padi dan mengarahkan ke kelaminnya sehingga menutupi. sekolah yang tidak punya asusila. tapi wajahnya menyeramkan, seperti sedang marah.

ku lanjutkan langkah-langkah kaki ku ini memasuki gerbang besar gedung sekolah. gedung sekolah kastil ini warnanya merah darah dengan aksen-aksen merah yang lebih gelap, merah hati, dan lain-lain. seram, tapi hebat, kastil yang melambangkan kekuatan. sambutannya adalah meja besar dengan guru wanita yang gemuk, umurnya sekitar 45, rambutnya ikal panjang pirang, wajah sampai kakinya di tumpuk lipatan-lipatan lemak, namun matanya tetap tidak sipit tertindih lemak yang berimpit diwajahnya, tak ada secercah senyum terlukis diwajahnya yang seperti kue pie gagal, hanya geram terlapis pakaian suster gereja yang tergambar.

"kenapa baru datang!"

"maaf, saya baru disini,"jawabku kaget karena suara besarnya yang tergema di ruangan paling depan gedung ini sebelum beranjak ketangga menuju kelas.

"seharusnya kau tahu bahwa setiap murid paling terlambat adalah 3 menit, tanpa ada tambahakan dispensasi 1 detik pun,"ujarnya sambil mengarahkan sebatang pulpen yang sedari tadi terbaring di mejanya."karena kau murid baru, saya berikan kesempatan untuk masuk ke kelas."

"terimakasih, tapi dimana ya kelas 12 s?"

"naik tangga sebelah kanan, kau akan temukan lagi tangga berikutnya, naik dan lihat ke sebelah kiri, ruangan mu ada di paling ujung dekat aquarium besar."

"sekali lagi terimakasih banyak,"jawab ku dengan nada tersopan berharap wajahnya dapat sedikit lebih baik dari ini, namun wajahnya tetap garang. lain kali, mungkin aku akan tak memberikan kesopanan ku sedikitpun untuknya.

ku ikuti petunjuknya yang akhirnya mengantarkanku ke kelas ku. sepanjang jalan ku lihat banyak lukisan terpajang. lukisan orang-orang dan sebagian suatu tempat yang menggambarkan kejadian, semuanya di citrakan dengan aliran romantisme. tak ada satu pun orang yang ku lihat, jalan ku sunyi hanya tapak-tapak suara langkah kaki ku yang menada. kelas-kelas yang lain hanya pintu besar yang tertutup tanpa jendela, sehingga aku tak bisa melihat kejadian apa yang sedang terjadi di kelas-kelas tersebut termasuk kelas ku.

dok dok

ku ketuk pintu kelasku dan ku buka pintu itu. dan aku melihat............................

bersambung.....

terusan puasa yang bawah

oyah terusin posting yang dibawah nih...

temen gue yang ngomong kayak gitu kemaren udah baca posting gue, eh dia terusin jawabanya, katanya:"kan ucapan nabi pasti dikabulkan allah..."

duh gubrak....!!!!!!!!!!!!

bener juga ya........??????

yaudah, whateverlah......................
kalo diperintahin puasa ya udah lu pada puasa aja lah..............
urusan pahala numer dua aja deh kali ya................??????????????