Selamat Menapaki Daerah Kekuasaan Emosi saya..!!!

November 28, 2010

it's friendship...

"Jadi gimana? Persahabatan kita mau dilanjutin ga?!!"


Sontak saya ngakak mendengar kalimat tersebut. Aneh dan kocak. Waktu saya cerita sama temen saya tentang kejadian tersebut, temen-temen saya malah nganggep saya yang aneh. Katanya ga ada yang salah dengan kalimat tersebut--maklum, saya ngomongnya dihadapan manusia pencinta tata bahasa--.


Dan...  Kali ini, saya agak sedikit alay kali ya? Karena topik saya kali ini ga jauh-jauh dari persahabatan--sebuah momentum kontroversial dalam dunia remaja|untungnya saya masih remaja--. Yep, anak remaja pasti ga bisa hidup tanpa sahabat--even some of them can survive by their richness--.


Remaja dan persahabatan bukan air dan minyak, tapi gigi dan lidah(?). Gigi dan lidah adalah dua sahabat yang sangat karib. Bahu membahu mengunyah makanan. Gigi yang menghancurkan dan lidah yang mengoper-oper makanannya kesana-kemari. Sangat-sangat dekat. Saking dekatnya, lidah akhirnya bisa digigit sama si gigi.


Begitulah analogi singkatnya--dan kalo gue sahabatan, gue ga mau jadi GIGI-nya!--. Punya banyak sahabat seperti punya banyak gigi--bukan punya banyak lidah!!!--. Anak bayi kasian abis, ga bisa nikmatin lezatnya steak sirloin karena ga punya gigi. Makanya, enakkan punya gigi?, bisa cobain semua makanan tanpa terkecuali. Seperti halnya punya banyak sahabat, kita bisa menikmati semua arti kehidupan di dunia ini tanpa terkecuali.

Saya pernah bilang kalau persahabatan seperti dahan pohon. Dia senantiasa tumbuh dan berkembang tanpa berguguran. Sementara pacaran, seperti daun-daunnya. Dia tumbuh dan pasti akan layu dan gugur di sapu angin.


Friendship is pioneered by love,
even friends dont kiss...



But, the trouble is: how to expand our social network?
Dude! It's harder than having teeth!


Yep, bertemen ga semudah punya gigi kan? Kita harus tahu dan mengerti dengan baik tata cara mendapatkan teman. Agar kita ga terjerumus dalam derita kemaluan! ex:

You're in the situation that you're being in admist of a big party. You don't have any friends because they dont come yet. Wtf will you do to abolish your boredom? The answer is find your new friends. You should know well about the friends that will be your new homie.
Yep, kalo kita ga tahu siapa yang bakal jadi temen kita dan salah milih temen baru, kita bisa aja dipermaluin di pesta tersebut. Misalkan kita akhirnya bertemen sama seorang DJ, tiba-tiba dia nyuruh kita gantiin kerjaannya cuz dia mau ke toilet sebentar, dia ga tahu kalo kita ga bisa nge-DJ, karena penampilan kita menyakinkan, maka tanpa pikir panjang dia berani nyuruh kita gantiin kerjaannya. Dude! Malu--malu deh kita gara-gara musik yang kita kasih terdengar aneh karena ga pernah makan piranti DJ.


Huh, and the next trouble is: How to keep our friends to make them stay our friends?

I dunno which one is easier: keep teeth stay white and fresh breath or keep our friends stay our friends?


Huh...
Terkadang mau kumpul sama temen juga tergantung mood juga sih. Kadang kita lebih mood sendiri kan? Memang, ngatur waktu buat temen sama susahnya dengan menjaga kesehatan gigi!!!
Just love your friends like your teeth, and you'll always protect them.


Teman itu ada di saat kita tahu dan tidak tahu. Itulah teman sejati. Like this one:


Di suatu ketika, ada dua orang pemuda korban kapal karam di samudra yang luas hingga mereka terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Kedua pemuda ini sepakat membagi pulau kecil tersebut menjadi dua wilayah sama besar: satu untuk pemuda A dan satu lagi untuk B, untuk mengetahui siapakah dari mereka berdua yang lebih beruntung.


Pemuda A berdoa dalam hatinya, "Ya Tuhan...pliiiss, laper, kasih makanan ya? ya? ya?"
Kemudian sang Pemuda A menemukan sebuah pohon dengan buah yang banyak di wilayahnya. Dengan sigap, ia menerkam buah-buah tersebut saking laparnya dan tidak membaginya dengan pemuda B. Pemuda A melirik ke arah B dan melihat bahwa B masih melongo tanpa makanan.


Keesokan harinya pemuda A berdoa lagi, "Ya Tuhan...kesepian nih...butuh istri, kasih ya?"
Secara tiba-tiba seorang wanita terdampar di wilayahnya. A langsung meminang wanita bohai tersebut. Jadilah ia melepas masa lajangnya. Sementara B masih saja bengong tanpa hiburan.


Keesokan harinya, pemuda A berdoa lagi, "Ya Tuhan...saya minta rumah mewah, mobil, motor, permata, berlian, (bla,bla,bla)."
Sangat ajaib! semua permintaannya terkabul begitu saja di kemudian hari. Seperti sihir! Dan si B masih saja tanpa apa-apa.


Hari berikutnya pemuda A berdoa lagi, "Ya Tuhan, saya mau pulang, saya kangen sama rumah saya...kasih kapal ya? Plisssss..."
Dan seperti sihir lagi, sebuah kapal tertambat di wilayahnya. Tanpa pikir panjang, dia memboyong istrinya dan makanan tanpa menyisakan untuk pemuda B lalu berlalu, berlayarlah meninggal pulau tersebut. Sementara si B di tinggal dan terdiam kesepian.


Tiba-tiba suara membahana dari angkasa, di tambah gemuruh petir yang bersautan di-make up-i kelabunya awan-awan, "Hei pemuda A! Kenapa kau tidak membawa temanmu itu ikut pulang bersama?"


"Ogah! Wlee... Inikan keberuntungan saya. Meskipun kita sebelumnya berteman, tapi kami sudah sepakat untuk menentukan siapa yang lebih beruntung diantara kami. Dan kenyataannya saya lebih beruntung. Ini hak saya. Dan saya tak berhak membaginya ke pemuda B itu."


"MASYA ALLAH! SOMBONG SEKALI KAU!" sahut langit semakin keras. "Tidak sepatutnya kau berkata seperti itu! Dasar angkuh!"


"Ngeh? Kenapa? Apa urusannya? Apa yang membuat saya harus merasa berhutang dengan si B?"


"Andaikan kamu tahu isi doa si B..."


"Memangnya apa? Kok sampe segitunya sih? Lebay!"


"Si B berdoa AGAR SEMUA DOA-DOAMU TUHAN KABULKAN!!!"


Mendengar itu, pemuda A langsung terbelalak hatinya. Betapa sahabatnya selama ini telah ia campakan. Tapi lautan telah murka. Ombak besar menyapu kapalnya dan laut menelan jasadnya hidup-hidup...


"friendship is where you can rely your burden, where you can waste your sadness, where you can weep on their arms, where you can share your happiness, where you can laugh together, where you can find out the answer when you are confused, and where you embrace your really life..."

November 07, 2010

euforia episentrum pembelaan negara !

Silau !

Buseh !

Kalo inget lagi !

Waw !

*apa sih ja?

Beh !
Posting era ini akan menguak kembali sejarah 27 dan 28 Oktober 2010 di Denharrahlat Kostrad !

Apa yang terjadi?

Sebombastis apa episentrum euforia tersebut ?

*Saya rada pilu...

Alah,
yaudah,
langsung ke pusat pembicaraan !

Tanggal 27 dan 28 Oktober 2010 kemarin adalah salah satu peristiwa mengglegar dalam hidup saya. Kenapa?

Hari itu,

Brak !

Sret !

*bye putih keabu-abuan...dadah....

Ya !

Hari itu saya serasa jadi sosok lain bukan saya. Padahal, saya menganggap diri saya adalah bocah tulen yang tersesat di abad 21 !
*memang sebenarnya saya dari mana?
Oke, begini ceritanya,
pada hari yang bahagia itu, saya tidak lagi mengenakan seragam sekolah yang saya agung-agungkan selama ini. Itu semua karena ada PELATIHAN BELA NEGARA yang wajib diikuti oleh seluruh siswa sma. Al Azhar Syifa Budi Jakarta semester 3 dan kelas 12 !

Betapa terpukulnya hati saya, ketika melihat pantulan cermin diri saya !

" Hah !
Gue jadi Marinir !
Gue jadi TNI !
TIIIDAAAAKKKKK ! "


Dalam balutan seragam bercak hijau dan coklat yang begitu nyentrik !


Tak sejumput pun saya sudi jadi anggota militer !

Dan, ironinya, selama 2 hari saya terbungkus seragam tersebut !

Lokasinya, di Denharrahlat Kostrad : Detasemen pelatihan dan pertahanan daerah Kostrad - kalo ga salah. Tepatnya di Karawang Jawa Barat, kecamatannya kalo ga salah Tegalwuru apa ya?

*saya ga ngapalin ! toh saya lebih baik duduk manis tak berdosa dalam bus daripada sibuk celingak-celinguk liat alamat !

Oke,

Peristiwa 1

Kejadian ini adalah awal duka cita kita. Bertempat di sekolah. Dua makhluk sesepuh yang terbungkus pakaian seperti kami sudah siap menjemput; mengantarkan kepergian kami ke haribaan bumi mereka !

Dua orang itu tak lain adalah senior TNI yang tinggal di lokasi tujuan kami.

Di iringi apel pelapasan, dua sosok itu mengatur barisan apel - suasana keganasan mulai menghampiri ! - dan salah satunya berpidato dengan 3 BAHASA !
INGGRIS; INDONESIA; ARAB !

HOW SHOCK I AM !
*apa sih ja?

Peristiwa 2

Adalah perjalan panjang menuju haribaan.
Dan daerah sekitar falhara tujuan kami :
DI SELIMUTI PEKARANGAN SAWAH SEPANJANG JALAN SERTA BUKIT-BUKIT YANG BERLOMBA MENCIUM LANGIT SETINGGI-TINGGINYA !

Peristiwa 3

Saat sampai di persimpuhan,
sambutannya adalah SENAM DI TENGAH LAPANGAN !
BERSAMA MATAHARI YANG MENERTAWAKAN !
MENGEJEK KAMI DENGAN PANASNYA YANG NAUJUBILLAH !

Dalam cobaan itu, salah satu teman saya mendapat hukuman !
Annya !
Karena ga ada topi, dia head push up 50 times !
tapi kalo ga salah cuma sampe 20 apa (?) udah di stop.

-wooww ! jantung kami semakin bergejolak ! TAKUT ! akan sadisme mereka selanjutnya !-

Peristiwa 4

Setelah senam yang dipandu oleh Pak Niko, kami kembali berkelana !

OH NO..........!!!!!!!!!!!!

MENDAKI DUA RATUS DUA PULUH LIMA ANAK TANGGA SERAYA BERNYANYI ! ! ! ! ! ! !

 HOW NUTS I AM !

*apa sih ja?

Peluh membalur tubuh saya. Ditambah seragam tentara yang amat panas ! Sempoyongan ! Capek BUUUUAAAAANGGGEEEEETTTT !!!!!!!!!!!!!!

I WAS GOING TO FAINT !!!

Peristiwa 5

Rapi-rapi bawaan ke dalam barak - kamar tidur -.

Kembali lagi ke lapangan.

Latihan PBB dikit.

Cowok sama cewe di pisah barisannya.

Masing-masing kelompok ini dipimpin oleh beberapa TNI tersebut.

Kami semua duduk leyeh-leyeh di tempat yang adem.

Cerita-cerita dikit sambil cekakak cekikik.

Sebuah petuah yang saya pungut:
"Harus solid! Kalo satu orang tidak bawa topi, maka semua juga harus lepas topik. KITA HARUS KOMPAK!"

Peristiwa 6

Makan siang paling sadis dalam hidup kami!

Bukan disuruh memakan bangkai!
Bukan disuruh makan tanpa tangan!
Bukan disuruh makan yang macem-macem!

Tapi diBENTAK-BENTAK sambil makan!!!!!!!!

"MAKAN YANG CEPAT! JANGAN LAMA-LAMA! CEPAT TELAN NASINYA! DISURUH MAKAN SAJA LAMA BETUL! BAYANGKAN PETANI YANG MEMANEN BERAS SETELAH 4 BULAN! INI DISURUH MAKAN CEPAT SAJA TIDAK BISA! TINGGAL NIKMATIN SAJA LAMA! ORANG-ORANG DI LUAR SANA TIDAK MAKAN! TAPI INI YANG ADA MAKANAN TIDAK SANGGUP MENGHABISKAN! TIDAK SELAMANYA KITAKAN HIDUP DI ATAS! HARUS MERASAKAN HIDUP SUSAH JUGA KAN! DALAM HITUNGAN SEPELUH HARUS SUDAH SELESAI! TELAN NASINYA CEPAT PAKAI AIR MINUM! DORONG NASINYA! DORONG! HABISKAN SEMUANYA! KALAU SAYA LIAT NASINYA BERCECERAN DI TANAH, SAYA SURUH JILAT PAKAI MULUT! KALAU TIDAK HABIS, BUAT DIMAKAN NANTI SORE! KALAU TIDAK HABIS LAGI, BUAT BESOK!"

Ya Allah, cobaan berat apalagi ini...

Mana nasinya banyak banget lagi - porsi kuli! - lauknya sih lumayan enak; ikan mas goreng, kentang balado, sayur capcay, tempe, mentimun, dan jeruk. Lauknya untung ga yang aneh-aneh. Tapi sumpah, perut saya ga kuat. Rasanya kayak Jakarta 50 tahun kedepan, PENUH !

Yang cewek merah membara matanya, bulir-bulir air mata berlinang menganak sungai di pipi mereka -nangis bombai-. "Oh wanita-wanita, ku pinjamkan bahu ku untuk melepaskan laramu. . . menangislah dipelukanku. . ." *(CIIIIIIIAAAAAAAAAAATTTTTTTT. . . . . . .! ! ! ! ! ! ! ! ! ! PLAK ! ! ! ! !)

Sebuah tragedi terjadi disini. Reina marah kepada semua monster tersebut. Amukannya memecah kehikmatan santap siang kami *apanya yang hikmat sih ja?

Pertama kalinya saya melihat ketegangan amuk antara Reina versus Monster Tentara tersebut. Reina tak kuat menahan derai air matanya. Api kemarahannya membakar amarah para monster. Yang lainnya hanya diam. Terpaku akan makanan yang harus dihabiskan ini. Sementara mereka saling beradu lidah, guru yang lain menenangkan Reina. Dan saya pun tidak kehilangan semangat untuk menghabiskan makanan karena tidak mau auman yang sama dari para monster bila makanan saya tidak habis jatuh ke saya.

Peristiwa 7

Setelah santap siang yang tegang, kini acara beralih ke salat Zuhur. Setelah salat kami melakukan latihan PBB di ruang terbuka bertudung. Setelah itu banyak aktivitas linguistik kami telan -menjadi pendengar yang baik!-.

Kalau tidak salah, mentor kali itu adalah salah satu monster bernama Ridwan. Ya!
Dari mulai saat itu, kami benar-benar dibuat yakin bahwa mereka sebenarnya bukan monster sejahad yang kami sangka sebelumnya.
Mereka bisa tertawa; bercanda; dan mebuat bahak tawa di wajah kami yang sebelumnya lecak diremas OMELAN.

Ridwan menyuguhkan presentasi tentang -saya ga ngerti dia ngomong apa-. Lalu menceritakan biodatanya. Ya! Kami tertawa riang setiap episodenya. Dan beranjak ke komunikasi Alternating Current! Now was our turn for speech; TENTANG CITA-CITA DAN KEMAUAN!!!

Yep!

Satu persatu kami maju untuk menceritakan itu semua. Dan decak tawa pun tak hentinya megoreskan riang pada kami. Saya tidak mengingat semua impian teman saya, hanya beberapa. Antara lain:

Rizki yang katanya mau jadi ustad!
*saya ngakak pas denger.

Fathiyah yang mau jadi penulis best seller plus meneger tim sepak bola! ! !
*saya juga ketawa.

Lala yang mau jadi dokter ahli bedah!
*buseh! Itu kan susah banget la! "Anak kecil dengan impian yang besar!"

Siti yang mau jadi dokter Hydrocephalus! ! !
*sumpah, saya ga kebayang, "Kok ada ya yang mau jadi dokter begituan?" dokter yang mulia!

Bayu yang mau bikin restoran karena dia bilang dia doyan makan!
*saya ngakak juga! Emang ya kalo orang gendut ga jauh-jauh dari makanan!

Reina yang mau mendedikasikan hidupnya dalam menyumbangkan ilmu ke dunia teknologi.
*dasar! di rumah makanannya tetikus melulu sih!

Banyak lagi impian teman-teman saya yang lain. Yang cewe-cewe rata-rata pada mau jadi designer. Dan rata-rata kemauan kita semua adalah:
"Membahagiakan orang tua!"


*cerita akan berlanjut ke posting berikutnya....

Oktober 19, 2010

mempermalukan malumu (kau-dia)

Pernahkan Anda mendapat scene dalam hidup Anda menjadi sosok yang terperangkap dalam genggaman - cengkraman - kurungan - sebuah perasaan yang acap kali diperkenankan dengan kata : MALU ?


*Hualah ribet amad...!


Okelah, malu itu siapa seh?

Makhluk mengerikan yang senantiasa mengekang jati diri kita yang sebenarnya, mengurung diri kita dalam perasaan yang teramad dilema...

Seluruh orang punya yang disebut malu. Malu-malu mau. Mau tapi malu. Takut nih karena malu. Pliss jangan malu.

Hah, perlukah kita malu?


Perlu sekali buat bersikap malu sebagai tanda harga diri kita. Ketika kita melakukan perbuatan yang tidak senonoh, maka patutlah kita malu. Malu juga simbol kehormatan loohhh. Apakah para kaum bangsawan dara biru berani melakukan aksi topless sepanjang Park Avenue mereka ?

Dalam suatu scene, mari kita telisik dan endus siapakah sosok yang malu di dalamnya :

(Saya tidak pernah mengatakan ini adalah scene asli dari kehidupan nyata. Bila ada kesamaan tokoh hanya kebetulan belaka. Ataupun pihak-pihak yang mungkin merasa dilecehkan saya tidak bertanggung jawab karena ditambah ini adalah media dimana sang Empu bebas meluapkan emosinya tanpa ada sedikit pun ke-frontal-an dalam setiap bagiannya.)

A : (sosok yang mengakui dirinya sendiri sebagai ahli pembuka pikiran) "Saya akan buka pikiran Anda, karena ketika saya membuka alam bawah sadar Anda, Anda mampu berpikir sekaligus mengingat lebih baik dari sebelumnya. Anda sudi?"

B : (sosok yang merasa kemenangan akan selalu miliknya, sehingga ke-sok-an menjadi bagian dari pakaiannya (?), berharap dia akan selalu tetap cool dan tak pernah tak bisa untuk segala hal) "Oke, boleh."

A : "Tatap mata saya [ Back sound : wweeeeeeiiiiinngggg, weeeeeeiiiiiinngggggg, weeeiiiinngggggg], ketika saya menghitung dari satu sampai lima, Anda akan memejamkan mata Anda dan masuki pikiran bawah sadar Anda lebih dalam lagi.

Satu...

Dua...

(si B udah merem nih -meremnya karena emang dia sendiri yang mejemin matanya)

Tiga...

Masuki alam pikiran Anda lebih dalam dan lebih dalam lagi.

Empat...

Abaikan setiap kegaduhan yang masuk ke telinga Anda, anggap itu menjadi pemicu Anda agar lebih konsentrasi.

Lima...

Rasakan alam pikiran bawah sadar Anda yang begitu luas.

Ketika Anda mencoba membuka kelopak mata Anda, Anda merasakan kekuatan yang berat yang menahan mata Anda terbuka.

Tiap saya menghitung, Anda akan semakin masuk ke alam bawah sadar Anda yang luas.

Satu..

Dua..

Tiga..

Semakin dalam lagi...

Semakin dalam hingga Anda bisa melihat sebuah kekuatan besar yang tersimpan disana...

Empat...

(si B masih tidur nih, entah melaksanakan sugesti si A ato pura-pura biar :
 "Waaahhhhhh, kakak B kereeennnn, aku ga bisa loh kaya kak B....iihhhh, keren deehhh)

Lima..

Sekarang raih lah kekuatan besar yang tersimpan di alam bawah sadar Anda tersebut.

Ambillah...

Dan bawalah ke kehidupan Anda yang sebenarnya.

Ketika saya menghitung dari satu sampai lima, Anda ambil kekuatan tersebut.

Satu...

Dua...

Tiga...

Empat...

Lima...

Sekarang, saya akan menghitung dari satu sampai lima, ketika sampai di hitungan ke lima, Anda akan bangun dari tidur Anda dan merasakan kekuatan tersebut telah membuat pikiran Anda menjadi lebih baik berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Satu..

Dua...

(sumpah, pas bikin ni posting, gue kesel deh, ngiiiiituuuuunngggg mulu! ! ! ! ! gue copas aja dah itung-itungannya! ! !)

Tiga...

Empat...

Lima...

B : ". . . ."(udah bangun, sok pusing dan bingung makanya jadi pusing beneran ! wkwkwkwkwk)

A : "Ya saudara B, apa yang Anda rasakan sekarang?"

B : (dia bingung mau ngomong apa. Inner monolog : "Duh, gue mesti ngomong apa ia? Bingung nih...Coba aja gue ga pura-pura tadi! ! !) "Ya gitulah, enakkan aja..." (sok stay cool but hot)

A : "Sekarang untuk menguji kemampuan daya ingat Anda seperti yang telah saya janjikan, ingat sepuluh kosakata saja dari apa yang akan saya sebutkan. Mengerti?"

B : "Ya..." ( Inner monolog : "Duh, apaan lagi nih ? ! !")
A : "Oke, satu kurcaci, dua apel, tiga sepatu kaca, empat pangeran, lima (bla..bla..bla)"

B : (mengangguk-angguk tiap kali disebutkan kata-kata tersebut layaknya sosok yang mengerti dan mampu mengingat) (Inner monolog : "Eh, eh, tadi satu apaan ? Sepatu kaca apa kurcaci ya? Duh, gawat nih, gue lupa semua...!")

A : "Anda sudah ingat semua dari satu sampai sepuluh?"

B : (Inner monolog : "Kalu gue bilang lupa, gue bakal malu-maluin nih. Duh, bilang "ia" aja kali ya?") "Ia."

A : "Oke, nomor dua apa?"

B : (Inner monolog : "Mampus ! [nelen ludah] Apaan tadi nomor dua ???!!!! Alah, mau ngeles gimana nih? Yaudah asal tebak aja dah, muka gue ganteng ini, kalo pun gue salah toh ga akan ngurangin kegantengan gue") "Kurcaci."

A : "Salah ! Dua tuh Apel !"

Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Saya lupa cerita kalau scene tersebut latarnya dikelilingi orang-orang. Muka saya mau ditaro mana kalo jadi mereka ? Aduh, saya mau ngakak tapi hanya bisa dalam hati soalnya pas posting bukan di komputer sendiri, tapi di sekolah, bisa saya yang malu-maluin nantinya.

Yaudah, nilai sajalah siapa yang malu dalam scene yang sudah saya ceritakan baru-baru ini (?) - diatas.

Semoga ada sesuatu yang bisa Anda petik dari pohon Postingues bloggerina(?) iniiiiiiiiiiii

zao an ! !

Oktober 14, 2010

Kapan ? Lepas ?

Wataw ! ! ! !


Setelah sejauh cahaya telah berkelana sepanjang penjuru galaksi - setelah foton-foton bermain-main dengan riuh di ruang hampa - melambai-lambai dalam irama gelombang tranversal fungsi sinus - aku masih disini mencari bulir-bulir ilham (?)

Oke...!

Sekarang saatnya saya harus kembali kedunia saya yang sempat saya lupakan. Kembali berkelut dan berkutat serta berkecimpung di dunia per-blog-an(?)

"Kapankah?"


Mmhhh?


Kali ini saya akan banyak bercicit - mendesis - mengembik - terhadap kalimat tanya yang satu ini:

Kapankah ?

Ya!

" Kapan ya gue bisa kayak Justin Bieber ? " ujar seorang remaja yang terjangkit Bieber Fever.

" Kapan aja boolee. . . . " jawab temannya meniru ucapan alay yang sedang trend waktu ini.

Huh, dari pertanyaan sang pasien Bieber Fever diatas, saya menarik sebuah analogi - hipotesis - teorema :

Kapan adalah sebuah manuskrip (?) yang telah banyak digandrungi seluruh manusia untuk menanyakan waktu kedepan terkait sebuah ketidak pastian bak anai-anai yang masih dicinta kuncup mengharapkan angin me-madu-nya terbang melintasi angkasa ketika tandus masih menyelimuti suasana (?)

Namun juga bisa berbalik arah menjadi sebuah kepastian yang belum diketahui - terjamah di otak seseorang - akan kronologi masa lalu yang telah terjadi.

hah!


kok gue jadi kayak filsuf gini seeh?!!!!


Ok!


Maksudnya apa?

Saya sering menggunakan kata ' kapan ' untuk setidaknya meraba masa depan saya terkait impian-impian saya. Ketika merenung dalam gulitanya hati (?) kata ' kapan ' berlalu lalang di benak saya bak kunang-kunang. ' Kapan ' menikahi banyak kata lainnya membentuk kalimat tanya yang mencolok-colok gerbang masa depan.

Saya akui, saya memang pengecut. Saya lebih berani mengatakan ' kapan ' ketimbang ' bagaimana '. ' Bagaimana ' rasanya lebih berat karena menuntut suatu teknis menuju realita yang tak ubahnya mejejaki batas universe yang tak berbatas nan bertepi. Ada suatu anak tangga demi mencapai suatu impian yang gemerlang yang di sepanjang perjalan duri bertaburan siap menusuk dengan mata tertajamnya.

Dan ada lagi yang lebih berani dari orang pemberani yang bisa mengatakan ' bagaimana ' demi impiannya, yaitu seseorang yang bisa mengatakan ' mengapa '. ' Mengapa ' menuntut sebuah alasan logis dari sebuah cita-cita. Jawaban dari ' mengapa ' pun tak ubahnya membuat kalimat terbijak dari seluruh kalimat yang pernah Eyang-eyang terdahulu ucapkan.

Alasan sepele yang intinya demi kepuasan diri sendiri adalah justru orang berikutnya yang masuk jajaran orang terpengecut. Namun, yang dapat memberikan jawaban terbijak atas pertanyaan ' mengapa ' yang ia katakan adalah sebijak-bijaknya makhluk karena alasan yang dia buat adalah demi suatu kemaslahatan yang mulia.

Kembali ke diri saya yang maniak mengucapkan ' kapan '. Saya masih takut untuk melangkah ketapak awan berikutnya menuju kebahagiaan sejati di ujung langit falhara(?). Saya masih berkutat akan kesenangan yang saya dapatkan untuk diri saya sendiri ketika waktu tibanya jawaban ' kapan ' itu saya raba.

**eh, ngomomg-ngomong, kok bahasa gue jadi parah gini ya?
sejauh ini, yang ngerti tulisan gue, gue kasih :
ten thumbs up dah ! ! !


Eya !

Sebuah hal kecil tentang ' kapan ' memeberikan secercah anak tangga lebih tinggi dari ikatan basa nitrogen dalam rangkap helix DNA yang menjadikannya suatu mutasi gen. Saya kalo begitu adalah sosok yang telah mengalami suatu mutasi.

Ketika kita sadar kalau kita adalah sosok pengecut maka kita tidak lagi seorang pengecut. Melainkan sosok pemimpi yang melahirkan sebuah mimpi baru untuk ***lepas**** dari belenggu kepengecutan. Lari dan lepas. Dan kembali lagi. Itulah saya yang hanya punya tekad angin!

" Kapan ya gue berhenti ngebayangin gue bisa kaya Justin Bieber ?" tanya sang remaja lagi.

" Sekarang juga boolleeeee. . . . . . . . ." jawab temannya dengan meniru ucapan alay sebelumnya.

Juli 12, 2010

euforia kecelakaan beruntun di jalur pantura sekolahku....

Harus dari mana saya memulai?
Setelah kurang lebih 30 peradaban* sejarah manusia saya lalui...
*1 peradaban = 1 hari

Oke, pertama yang akan saya ceritakan di awal tahun ajaran baru ini adalah judul diatas.

Adakah yang tahu kecelakaan apa itu?
(pilih jawaban yang menurut Anda benar, pertanyaan ini berhadiah satu kupon gesek* gratis bagi penjawab yang benar, gosok kuponnya, dan temukan hadiahmu!!!)

a. Kecelakaan antara bis sekolah dengan mobil sedan lalu di serempet bajaj kemudian tukang ojek panik dan berteriak histeris tanpa sebab di sepanjang koridor sekolah saya;

b. Kecelakaan akibat supir truck yang lalai mengemudikan kendaraannya karena sedang asik ngupil yang kemudian menabrak seluruh teman sekelas saya hingga bapak kepala sekolah terkena serangan jantung akibat istri kesayangannya di rumah meninggal;

c. Kecelakaan akibat ledakan sebuah mobil pengangkut sampah yang meledak karena sang sopir kentut sambil menyalakan korek api( reaksi gas hidrokarbon dari kentut sang sopir yang sudah seminggu tidak buang angin dengan api dan bensin di dalam mobil yang ikut kena panas) yang menyebabkan kantin sekolah laris manis selama satu bulan tanpa ada alasan yang jelas;

 *ini adalah akal bulus perusahaan saya agar barang dagangan saya laris manis di pasaran yang padahal seluruh kupon sudah pasti bertuliskan:
" Coba lagi "


Adakah yang bisa menebak?

Langsung saja saya beritahu jawaban yang sebenarnya.

Tidak ada jawaban yang benar,
(hahahaha...)
Karena yang hendak saya ceritakan adalah pupusnya satu demi satu kelopak bunga yang selama ini berpadu padan membentuk satu kesatuan yang sangat menyentuh, mempesona, memabukan, sehingga membuat satu kekuatan keharuman yang menyerbak melebar ruah(?)

Huh...cukup...!!!

Ya, maksud dari semua ini adalah, dari awal, seorang guru fisika, keluar dari sekolah saya.

Namanya Pak Iqbal. Saya bingung harus menceritakan kebaikan yang mana dari sosoknya. Hingga hari kedua saya melanjutkan posting-an ini, saya masih tidak tahu, tapi mungkin lebih tepatnya saya lupa, terlalu lupa, amnesia.

Sosoknya rumit untuk diceritakan. Pertama kali pelajarannya dimulai, dia adalah sosok yang sok elaborate. Cermati saja ucapannya berikut ini (seingat saya):

" Setiap pelajaran bapak, kalian harus masuk tepat waktu, jika kalian telat 10 menit, maka kalian tidak usah mengikuti pelajaran bapak. Begitu pula dengan saya, jika saya telat 10 menit, saya pun tidak akan datang mengajar ke kelas."

Untuk kalimat pertama, saya masih bisa mentolerir. Namun pada kalimat kedua(cermati kalimat kedua) sejuta opini busuk saya terhadap sosoknya berkerumun, berjejal-jejal, padat merambah seisi otak saya.

"Loh, sekolah saya kan sekolah yang bayarannya mahal, meski saya anak beasiswa, saya sangat tidak setuju dengan pernyataannya, karena guru menanggung kewajiban mengajarkan muridnya, terlebih lagi dengan bayaran yang teman-teman saya bayar setiap bulannya, kewajibannnya untuk mendidik kami menjadi lebih besar.

Sama saja dong, dia adalah guru yang gemar makan gaji buta, memanfaatkan peraturan sepihaknya sehingga ia bisa jadi lebih sering tidak masuk ke kelas sementara gajinya tetap mengalir, tidak dipotong."

Dan masih banyak lagi. Sehingga semua kebencian untuk pertama kalinya saya masuk ke sekolah ini langsung terpusat pada sosoknya.

Seiring berjalannya waktu, peraturannya pun terbengkalai. Tidak lagi diindahkan oleh saya, teman-teman saya, dan sang pembuat peraturan tersebut. Buktinya:

Guru fisika saya ada 2, Guru IFP dan Pak Iqbal. Jam pelajaran mereka berdua pun beriringan, sehabis pelajaran IFP fisika, langsung fisika Pak Iqbal. Saya yakin Pak Iqbal tidak lupa kalau ia ada jam mengajar kelas saya sehabis pelajaran IFP fisika hari itu karena jadwal pelajaran sudah dibuat sejak lama(1) dan sudah diterapkan sejak jadwal pelajaran itu sendiri dibuat(2), jua Pak Iqbal selama ini mematuhi jadwal pelajaran tersebut(3), ditambah lagi Pak Iqbal sudah stand by di depan pintu ruang fisika beberapa menit sebelum pelajaran IFP fisika selesai(4)(sudah cukup kuat alibi saya?).

Namun, setelah Pak guru IFP fisika saya keluar sehabis mengajar, Pak Iqbal malah mengobrol/bercengkrama/berdiskusi/beramah-tamah/apa pun lah dengan guru IFP fisika saya di depan pintu ruang fisika. Entah apa yang mereka bicarakan. Dan waktu bergulir hingga 15 menit(seingat saya) setelah jam pelajaran Pak Iqbal seharusnya dimulai. Parahnya, Pak Iqbal tetap masuk ke kelas saya, tanpa rasa bersalah, seperti bayi yang baru lahir, seperti gadis desa yang polos, seperti sehelai kertas putih tanpa bercak noda!
Melupakan peraturannya yang telah susah pacah saya dan temen-temen saya telan bak pil pahit.

Selanjutnya, masih suasana baru saya masuk sekolah, dia memberikan PR beserta tenggat waktu yang dia tetapkan. Hari pengumpulan tugas pun tiba. Dan yang terjadi di hari itu, dia tidak datang. Pupuslah sudah semangat saya dan teman-teman saya yang selama ini bersemangat mengumpulkan tugas tersebut. Kebencian pun semakin menghujam di batin kami.

Sebagian teman-teman saya, secara diam-diam tetap mengumpulkan tugas tersebut di meja Pak Iqbal tanpa sepengetahuan saya dan sebagian besar lain dari teman-teman saya. Hingga hari selanjutnya pelajar Pak Iqbal kembali mangajar, datang. Hari itu Pak Iqbal tidak mau menilai PR kami sema sekali, sejumputpun! Yang ia mau nilai hanya yang mengumpulkan tugas tersebut diatas mejanya pada hari batas tenggat waktu pengumpulan.

Benar-benar miris...!!!

Lalu, ada satu tugas lagi yang kami harus kumpulkan beserta tenggat waktu yang kembali ia tetapkan. Kali ini, semua mengumpulkan tepat waktu. Alhamdulillah. Tetapi, masalah lain tiba. Buku tugas kami tidak dikembalikan bahkan sampai ia keluar dari sekolah saya!!!

Mungkin ini keburukan terakhir yang masih terngiang-iang di benak saya. Ya, dia sering salah memberikan rumus, memberikan rumus yang sama sekali tidak ada di buku pelajaran dan sama sekali tidak terpakai di ulangan umum, dan soal-soal aneh lainnya yang juga tidak ada di buku pelajaran dan sama sekali tidak terpakai di ulangan umum.

Saking kesalnya saya, saya sering memotong ucapannya ketika dia salah memberikan rumus atau menghitung angka.

Teman-teman saya yang lain pun sama kesalnya dengan saya terhadap dirinya. Sehingga, di belakang Pak Iqbal, kita sering mengikuti warna suaranya yang berat-berat gimana gitu(~_~).

Pendapat saya tentangnya, dia gagal (x) menjadi seorang guru. Karena, satu lagi alibi saya, dia adalah sarjana pertambangan, bukan sarjana guru fisika!!!

Perpisahannya cukup menyedihkan. Setelah lama dia tidak masuk sekolah karena sakit, dia tidak boleh masuk ke sekolah saya. Dia bilang, dia sudah di jegat dari depan pos satpam. Dan mirisnya, setelah dia berhasil masuk ke dalam sekolah, dia sudah menemukan guru baru, guru pengganti untuknya!!!

Huhhh(jujur, saya menghela nafas panjang saat kembali membaca paragraf diatas)...

Lalu, yang kedua, Pak Ono, guru biologi. Nama panjangnya Suharsono. Dia salah satu guru yang lumayan enak untuk saya. Mengapa? karena setiap kali satu hari ulangan dimulai, beliau memberikan soal-soal latihan yang entah mengapa, meski soal pada ulangan berbeda dengan soal latihan, saya terasa terbiasa untuk menjawab soal-soal ulangan tersebut.

Metode belajarnya pun diselingi dengan metode menghafal, sehingga lebih banyak pelajaran yang terserap.

Saya beserta teman-teman yang lain serasa sudah cocok dengan Pak Ono.

Dan pada hari itu, tidak ada satu pun yang mengira Pak Ono akan keluar dari sekolah saya. Suatu pagi, seperti biasa, yang baru muncul di sekolah, baru saya, Siti, Fathiyah, dan Lala, mungkin masih ada beberapa orang yang lain, tapi saya kurang memperhatikan. Dengan mimik yang tak biasa, dasi yang masih compang-camping, dia menjulurkan telapak tangan kepada saya dan orang-orang yang sebelumnya saya ucapkan. Kami pun menyaliminya dan Pak Ono seraya berkata sambil tersenyum ; "Maafin bapak ya..."

Ya...begitulah...(/_\)...(T.T)...

Yang berikutnya, Bu Mimi, guru aqidah, aqhlak, dan tariqh.

Selalu saya menari-nari diatas angin(?) saat pelajarannya, terlebih lagi saat ulangan. Salah satu hobi saya adalah menghafal, dan ulangan pelajaran Bu Mimi penuh dengan hafalan. Seru!

Perpisahan dengannya tidak terlalu mengharukan, terkesan biasa, terlalu biasa, padahal telah banyak pelajaran kehidupan yang saya ambil darinya bak buah-buah gratisan yang saya ambil dari pekarangan rumah orang.

Selanjutnya, Bu Imeh, guru komputer. Nama panjangnya Fatimah Dahlan.

Bu Imeh...hahh...dia selalu menebarkan semangat yang membius mengelora(?) Ia, Bu Imeh sangat baik, dan salah satu guru yang sangat bersahaja, dahsyat, tak terlupakan. Komposisinya adalah kebaikan, canda, dan juga banyak pelajaran kehidupan bermakna lainnya.

Meski Bu Imeh adalah guru komputer, tidak menutup kemungkinan beliau juga adalah seorang psikolog, sahabat, dan orang tua yang senantiasa sanggup mendengarkan curhatan semua ekor makhluk yang mau berbagi perasaan dengannya. Sepulang curhat dengan Bu Imeh, kita bak mengantongi satu pil obat penghilang sakit yang tidak pahit.

Pepisahan dengannya; suatu pagi di ruang komputer, saya dan beberapa ekor teman saya yang lain sedang bersemayam di depan layar monitor, menari-narikan jari dengan mouse, dan bersalsa dengan keyboard(?). Bu Imeh secara tiba-tiba datang menghampiri kami, menyodorkan telapak tangannya, tersenyum, dan berkata:
"Maafin Ibu ya, besok Jum'at Ibu udah ga disini"
Kami pun menyalimi tangannya, bertanya-tanya sedikit tentang karir Bu Imeh ke depannya.

Meski saya sudah tak lagi bertemu dengan Bu Imeh, saya masih ber-sms ria dengan Bu Imeh.

and the last but not least...(?)

Bu Wahyu, guru kimia sekaligus wali kelas saya.

Wah, pelajaran kimia sudah nyaman dengan Bu wahyu. Bu Wahyu tidak pernah marah mengajari kami, selalu sabar menghadapi semua ke tololan saya dalam menyerap pelajaran kimia yang menguras tenaga. Wali kelas yang senantiasa memberikan wejangan-wejangan yang bermanfaat untuk saya. ***Sungguh tak terlupakan...****

Dan...perpisahan pun sangat mengharukan...
Di dalam ruang kimia, kami, murid SKS ipa(sebagian), berkumpul, menancapkan mata pada satu pusat, wali kelas kami.

Dengan cucuran air mata, Bu Wahyu meminta maaf pada kami atas kepergiannya, menyampaikan pesan-pesan terakhirnya, dan sebagainnya. Dan satu kenangan yang beliau berikan yang menjadi daging di tubuh saya, sebuah makanan terakhir...

Jadi, begitulah, kecelakaan beruntun tersebut, yang sangat memilukan...

kereta perpisahan...

Juni 08, 2010

yahh...
cerita apa lagi ya?
"aduh saya bingung..."

udah lama juga ga bikin lanjutan 'macan tutul'--cuma berhenti di part 2, abis macan tutulnya udah lama ga masuk sih, Alhamdulillah!!!--, banyak juga cerita-cerita lama yang terbengkalai begitu saja tanpa berkelanjutan, dan semua pengalaman yang juga ikut hanyut dalam aliran sungai kelupaan...

oyah, mending cerita-cerita tentang kehidupan sekolah saya, lebih spesifiknya sih saya mau cerita tentang segerombolan siswa terpilih yang diangkat oleh dewa langit dan bumi yang disematkan oleh sang dewa sayap-sayap emas yang bila terkepakan, bulu-bulunya akan menari-nari hilir mudik menyapu pemandangan, mengubahnya hingga tiap sapuannya melahirkan satu demi satu saat-saat eksotis, menghanyutkan, seakan kerlipan-kerlipan cahaya berpendaran diatas bulu-bulu yang berdansa dengan angin, menghipnotis bola mata untuk tetap melekat pada satu-satunya titik terang yang hanya tersorot ke arahnya, membuat kita ikut merasa terbang bersama mereka, menari dengan gontai dengan perasaan bersenada dengan alunan musik harpa para dewi yang mendesis merdu nan tentram, mencabik-cabik sanubari dengan penuh kehangatan , tak terlupakan, tak bisa berhenti, tak bisa bereja, hanya simpul senyum manja dan bahagia menjadi satu-satunya yang merekah diantara wajah-wajah mempesona...sungguh ingin terus tetap disini...walau lelah datang, lapar meranda, kantuk mewabah, tapi semua terpatahkan...*

*Alah...ngomong apa sih?

oke, balik lagi ke cerita. Pada posting kali ini saya mau cerita tentang orang-orang yang sebelumnya saya ceritakan diatas. Mereka-mereka adalah sosok terpilih di sekolah saya(mungkin termasuk saya). Mereka terpilih untuk apa? Kenapa mereka terpilih? Bagaimana mereka bisa terpilih?

saya akan jawab itu satu persatu.

mereka terpilih untuk menjadi penghuni kelas 'aksel'(accelaration class-kelas percepatan). Kelas yang hanya dihuni oleh orang-orang superior secara akademis. Siswa dikelas itu semuanya adalah idola di sekolah saya. Namanya sangat masyur di setiap penjuru sekolah. Dari lantai dasar sampai lantai lima, dari gerbang masuk sampai kantin, dari lapangan dasar sampai lapangan gedung, dari gedung SMA sampai gedung SD, sangat dipuja-puja. Langkahnya selalu di jejaki di atas red karpet, cahaya kamera berkelap-kelip mengiringi langkah mereka, sorotan cahaya selalu diatas kepala mereka. Ketika mereka berjalan, setiap orang terbius dengan karisma mereka sehingga tak ada lagi gemingan tentang masalah yang sedang mereka ceritakan, hanya desas-desis kekaguman yang tercetus bertubi-tubi menghujam sosok mereka, topik majalah dinding selalu membahas khusus kisah mereka yang selalu dinanti-nanti para murid untuk dijadikan bahan pembicaraan, tak ada lagi keluh kesah para murid meruak di sekolah selain obrolan kekaguman terhadap sosok mereka setiap hari, setiap saat, setiap kelas. Mereka adalah superstar, bahkan lebih, jadwal mereka hanya penuh untuk menjawab wawancara awak media yang tak pernah berhenti mengaduk-aduk kehidupan mereka. Oh...alangkah tenarnya mereka...

pret, dut, cuih!!!!

Alasan mereka terpilih yang paling utama adalah karena kecerdasan mereka. Ketampanan dan kecantikan melengkapi. Juga unsur keunikan jati diri menjadi pertimbangan.

Mereka terpilih secara demokratis sebagai penghuni kelas aksel tanpa perlu mengadakan pemungutan suara karena sudah pasti merekalah yang pantas. Semua fair, tak ada kebencian satu atom pun terhadap diri mereka.

Sekarang saatnya saya memperkenalkan mereka. Tetapii saya bingung harus mulai memperkenalkan dari mana, tetapi saya pasti akan mengakhirinya disosok yang sudah saya rencanakan, bahkan lebih dari yang saya benar-benar impikan. Hahaha...bercanda, saya ga bermaksud memuliakan ataupun membusukan salah satu dari mereka(meski ada satu orang yang sangat busuk untuk saya)...

oke, saya putuskan pertama adalah:

gambar ini hanya pendekatanbelaka
Dia adalah Fathiyah.
Fathiyah adalah salah satu penunggu pantai selatan--eits, penunggu kelas aksel--yang memakai kerudung secara rapih dan sopan. Sebenarnya ada satu lagi orangnya, tapi saya akan ceritakan nanti dulu.
Fathiyah mendapat gelar : ' Si Ratu Bahasa'
Julukan ini kami berikan akibat ulahnya terhadap pelajaran bahasa, dia tidak pernah mendapatkan nilai yang jelek di pelajaran bahasa indonesia, bahkan dialah yang memegang nilai tertinggi di pelajaran tersebut.

Namun, mentang-mentang dia jago bahasa dan menguasai bahasa indonesia dengan baik, jangan salah, dia pelit untuk mengeluarkan bahasanya. Dia adalah sosok talk less do more sehingga dia bukan orang yang cerewet. Berteman dengannya tidak butuh seminggu sekali ke dokter THT untuk cek telinga. Sosoknya santai, cool, bahkan frozen, haha...

Tips pintar darinya:

"Habis baca buku yang mau diujikan dengan matang, bakar buku tersebut, dan hirup asapnya sampai habis agar kita hafal." *

*mungkin Fathiyah lupa dengan tips yang telah ia berikan, namun saya masih ingat karena saya mencatatnya. Jadi, keabsahan tips ini benar dari Fathiyah.
Adah-adah saja ni orang...

oke lanjut ke orang berikutnya.
gambar ini hanya pendekatan belaka

Dia adalah Lala.
Sosok muda belia yang anggun(uwe'!!!).
Dia adalah penghuni termuda di kelas aksel dan termuda di sekolah saya. Itu karena ia lahir tahun 1996 dan sudah memiliki kecerdasan setingkat dengan yang lahir 1994(kayaknya). Pola pikirnya melesat jauh dari umurnya, dia memiliki hayalan tingkat tinggi dan multi dimensi. Oleh karena itu, julukannya adalah 'Ratu Imajinasi'. Saya banyak belajar mengembangkan imajinasi dari dia.

Dia lumayan banyak tahu tentang kartun dan komik shonen, bahkan dia tidak canggung lagi untuk berada di tengah-tengah keadaan dimana dia adalah satu-satunya wanita (!!!!!). Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah dengan kawanan laki-laki daripada perempuan. Tapi, jangan anggap dia anak perempuan yang buruk, meskipun dia banyak bergaul dengan anak laki-laki tetapi dia tidak lupa akan sosoknya sebagai perempuan, sehingga dia tidak terlalu kelihatan tomboy.

Tapi kalo saya main dengan dia, saya merasa dia justru bukan anak perempuan, bukan anak laki-laki, bukan pula remaja, tetapi seorang anak kecil sok tua yang tak jelas kelaminnya...hahaha...

Dikalangan wanita, dia lebih banyak bermain dengan anak perempuan yang ber-image 'anak baik-baik' daripada bermain dengan anak perempuan yang terkesan foya-foya dan sok cantik.

Tips pintar dari dia:

"Berimajinasilah bahwa buku pelajaran adalah buku cerita." *


 *mungkin Lala lupa dengan tips yang telah ia berikan, namun saya masih ingat karena saya mencatatnya. Jadi, keabsahan tips ini benar dari Lala.
oke, masuk ke sosok berikutnya...

gambar ini hanya pendekatanbelaka
Dia adalah Siti.
Sosoknya solehah berikutnya. Dia memilki sifat keibuan. Lebih cerewet dari dua sosok sebelumnya.
Kemampuannya di Kimia membuatnya mendapatkan julukan : "Chemistry Couple" dan "Ratu Kimia". Couple? ia, ada pasangannya, nanti akan saya beritahu orangnya di bawah...haha...tapi ini cuma maen-maenan kok...

Siti yang bersosok keibuan membuatnya mandiri, buktinya dia nge-kost di deket sekolah karena rumahnya yang sejauh mata memandang. Dia, Fathiyah, Lala, adalah tiga cewek dari beberapa yang lain yang maniak baca. Mereka bertiga sering baca bareng dari mulai majalah, novel, sampe komik untuk mengisi kesenggangan waktu diantara waktu sekolah yang tidak terlalu padat merayap--emang jalanan macet--.

Jangan maen-maen dengan sosok Siti kalo tidak mau kena omelan yang membuat kuping panas dan hati jengkel. Saya sering kena omelannya karena saya suka ngejailin dia. haha...

Tips pintar dari dia:

"Buku yang sudah dibaca diselipkan dibawah bantal, tidurlah diatas bantal itu, dan ketika bangun, voila!!!, kamu inget semua isi buku itu." *

*mungkin Siti lupa dengan tips yang telah ia berikan, namun saya masih ingat karena saya mencatatnya. Jadi, keabsahan tips ini benar dari Sitip;.
lalu sosok berikutnya...

gambar ini hanya pendekatan belaka
Ini adalah Rizki.
Pemuda baik-baik nan soleh(hanya di penampilan!!!).
Dia adalah sosok yang sama saja dengan anak-anak yang lain, hanya penampilan sajalah yang membedakan dia. Berewoknya yang jarang dipotong adalah ciri khasnya. Dulu, pertama kali saya bertemu dia, saya terperanjat dalam hati,"Buset, tua amat tu anak!!!". Tapi dia lahir tahun 1994, sama seperti yang lain, hanya berewok sajalah yang tumbuh menembus umur.

Dia memilki imajinasi yang tinggi seperti Lala. Namun, imajinasi Lala menjangkau berbagai hal, sementara Rizki hanya terpusat pada:

"Gue adalah sosok ter-cool yang pernah diciptakan tuhan."


Rizki dijuluki : "Si Master Tekken". Dia sosok yang jago berantem di Tekken 6, di PSP, yang sering dia bawa. Musuh-musuhnya yakni segerombolan teman-teman saya yang juga membawa PSP sering kalah melawannya di video game Tekken 6. Namun, gelar itu kian hari kian memudar seiring dengan bertambahnya kekalahan yang dia terima.


Tidak hanya Tekken 6, tidak hanya PSP, dia juga hobi bermain video game lain di berbagai media game lainnnya, seperti X-BOX, dan teman-temannya.


Kesehariannya di sekolah, dia juga ikut serta untuk 'ngatain' salah satu dari kami yang selama ini segerombolan teman-teman saya dan saya terus 'katain' di belakang orang itu. 'Kataan'nya tidak kalah kejam dengan kami.

Dia adalah pasangan Siti di 'Chemistry couple'. 'Chemistry Couple' sendiri hanya julukan yang saya buat bersama Lala sebagai balas ejek dari kami kepada Siti dan tidak banyak yang tahu tentang hal ini kecuali Lala dan saya, mungkin ditambah Fathiyah, dan tentunya Siti sendiri, tetapi sepertinya Rizki sendiri tidak tahu.


Tips pintar dari dia:



"Istirahat yang cukup, maen game yang cukup." *





*mungkin Rizki lupa dengan tips yang telah ia berikan, namun saya masih ingat karena saya mencatatnya. Jadi, keabsahan tips ini benar dari Rizki.




oke, lanjut ke sosok berikutnya...

gambar ini hanya pendekatan belaka
Dia adalah Reina.
Perempuan yang juga memilki kecerdasan menembus usia. Meski lahir tahun 1995, namun ia mengetahui banyak sekali tentang teknologi. Teknologi adalah temannya sejak kecil. Hari-harinya digauli oleh komputer dan berbagai gadget. Oleh karena itu, saya banyak belajar dari dia, khususnya tentang GIMP Image Editor. Gambar-gambar yang saya buat diposting ini secara tidak langsung adalah berkatnya.

Saya dari dulu terheran-heran terhadap sosoknya yang unik. Dia wanita yang biasa-biasa saja bila Anda lihat meski Anda memperhatikan sosoknya dengan memincingkan mata hingga ketajaman 0,000000....1 derajat . Tetapi Anda baru tahu sosoknya yang luar biasa ketika Anda bersahabat dengannya. Sejuta kekaguman akan tercurah meski hanya dalam hati.

Saya tidak tahu kenapa dia bisa menjadi sosok yang cerdas. Padahal pergaulannya disekolah justru dihabiskan lebih banyak di ruang lingkup anak-anak yang terkesan foya-foya dan sangat kontras dengan otaknya. Ketika ulangan, dia tidak pernah pelit untuk menyebarkan jawaban ke teman-temannya termasuk saya bila kita menannyakan jawaban kepadanya. Tetapi, meski banyak teman-temannya yang copy-paste jawaban Reina, nilai Reina tetap yang tertinggi.

Untuk tips pintar, saya lupa menannyakan kapada Reina. Namun, kalau saya tidak lupa, saya pernah bertanya kepada dia, mengapa dia begitu pintar? Jawabannya, seingat saya, dia tidak pernah belajar.

Kecerdasan alamiah?
Lucky time setiap ulangan?

Entahlah...

oke sosok selanjutnya adalah.

Arif.

Saya tidak sempat menggambar sketsa wajahnya karena keterbatasan waktu.(sorry, rip...)
Yanga jelas dia sangat pintar dalam pengetahuan umum, khususnya dunia sejarah.

Tips pintar dari dia:
" Dengar musik dan jangan belajar SKS (sistem kebut semalam)" *

*mungkin Arif lupa dengan tips yang telah ia berikan, namun saya masih ingat karena saya mencatatnya. Jadi, keabsahan tips ini benar dari Arif.


nah...

sekianlah penggamabaran karakter penghuni kelas aksel angkatan saya di sekolah saya....

tapi, sebenarnya ada satu orang lagi yang belum saya ceritakan disini.
Apakah Anda tahu siapa?
Hayo, coba tebak...
.
.
.
.
ya, benar!!!

itu adalah saya sendiri.
haha...
saya tidak menggambar sketsa saya apalagi mendeskripsikan diri saya sendiri karena akan banyak hal yang kontras bila saya melihat diri saya sendiri dengan mata saya dibandingkan dilihat dari mata orang lain. Oleh karena itu, jika Anda mengenal saya, deskripsikanlah sendiri tentang saya. Dan bila Anda tidak mengenal saya, cobalah baca diri saya dari beberapa postingan saya jika Anda mau...

Sekian untuk postingan kali ini...
Dah...

(semua deskripsi diatas hanya penilaian dari diri saya, dan ini adalah blog saya, blog ini khusus semua emosi saya, jadi suka-suka saya karena semua orang punya emosi dan berhak mengekspresikannya dengan jalan masing-masing...)

Mei 30, 2010

sepuntung(?) kata, secawan perubahan...

Haaahhhh...
Udah cukup lama saya ga nge-post...
Sudah sekitar satu tahun, oh bukan hampir dua atau tiga tahun. Mmmh??? Eh, lima tahun. Iya, lima tahun.
Tunggu-tunggu bentar, udah sepuluh tahun, iya sepuluh tahun.
Eh, bukan, dua puluh tahun yang bener.
Iya sih, wee, dua puluh tahun.
Eits, saya baru inget, umur saya aja baru empat belas tahun, masa udah ga nge-post selama dua puluh tahun. Ga mungkin lah. Nih, yang bener, saya udah ga nge-post selama tiga puluh tahun, eh empat puluh, eh, eh, lima puluh tahun.

seseorang : (menyeletuk dari balik bingkai bibirnya, dengan nada yang sinis, kesal nan jengkel)" Sekalian aja satu abad!!!"

Oke, hufh...

Hari ini mau cerita apa ya?

Mmh, saya teringat dengan sepuntung(?) kata mutiara yang belum lama ini saya baca dari suatu majalah yang sudah basi, sudah lumayan lama, sudah hendak menjadi sampah kiloan, dan sudah lusuh, compang-camping, lapuk, juga tak lagi indah dilihat*.

*BOHONG...!!!


Disitu ada sebuah rubrik yang saya lupa isinya apa, tapi saya disana menemukan sepuntung(?) kata mutiara yang sangat indah yang mengguncangkan, menggetarkan, dan memporak-porandakan hati saya. Saya serasa menjadi Archimedes untuk beberapa menit, saya berteriak-teriak di sepanjang jalan dengan bertelanjang badan sambil berteriak-teriak : "Eureka, eureka, eureka...!!!". Seisi penghuni rumah di sepanjang jalan keluar, kaget untuk satu detik, bingung untuk tiga detik, dan jijik untuk selama-lamanya!!! Mereka mencaci saya dan melempari saya dengan batu sampai saya terluka dan babak belur, tetapi saya malah membalasnya dengan doa agar dosa mereka diampuni oleh Allah dan bisa diberikan petunjuk oleh-Nya kalau bahwasannya saya membawa kebenaran yang sebenar-benarnya- kok, jadi malah ke kisahnya Nabi Muhammad yang pas lagi hijrah ke Thaif??? -.*

* Huhh...lagi-lagi hayalan saya mulai liar dan lepas kontrol. Rekayasa yang diatas sarratyuss persen KEBOHONGAN BELAKA.

Oke, kembali ke laptop.

- Eh, eh, kok jadi acara Tukul-

Aduh, yaudah,  jadi, saya akan beritahukan resep rahasia semua koki ; piring yang benar-benar bersih.

- Eh, lagi-lagi kok malah iklan-

Yaudah, ini saya kasih tahu kata mutiara apa yang saya dapat dari majalah itu:

" Buat apa kita cantik, tampan, pintar, dan kaya tetapi tidak ada yang peduli dengan kita. Atau malah sebaliknya, kita yang tidak peduli dengan orang-orang disekeliling kita." *

*dengan pengubahan


huffh..

Saya langsung kaget, hati saya terketuk sangat kencang, saya seperti seseorang yang terjun bebas dari gedung berlantai seratus dan saya terjatuh dari lantai yang tertinggi dan akhirnya saya merasakan bahwa perjalanan udara saya telah berakhir, saya sudah sampai di tanah yang sangat keras hingga tubuh saya terbanting maha sakit sampai-sampai rasa sakit itu hanya bisa saya rasakan beberapa detik saja karena malaikat maut telah siap mencabut roh saya sampai keakar-akarnya.

Ya, saya sadar, apa yang saya telah lakukan selama ini kepada diri saya, saya telah mencampakan diri saya sendiri untuk berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, dan parahnya saya melakukan itu semua secara tidak sadar.

-aduh, jangan terlalu mendramatisasi gini dong!!!

Oke, dari sepuntung(?) kata mutiara tadi saya sadar, selama ini saya sudah begitu sibuknya buat terfokus ; "saya harus bisa menjadi nomor satu di berbagai hal", sehingga terkadang saya melupakan orang lain.

Padahal nasi yang kita makan bisa kita makan hanya jika kalo padi itu sudah dewasa, sudah punya akar, sudah punya batang, sudah punya daun, ga mungkin kita menanam satu butir gabah dan pada saat itu kita dapat satu piring nasi. Ya, daun, akar, dan batang harus tumbuh secara berdampingan dan beriringan sehingga akan menghasil beras yang bisa kita makan. Tumbuhan saja seperti itu, masa saya selaku manusia tidak bisa melakukan hal serupa dengan yang dicontohkan oleh tanaman. Alangkah ruginya saya ini.

Saya ingin dipedulikan oleh orang lain, tetapi saya tidak mempedulikan mereka. Ya, segala yang saya punya harus berjalan beriringan dan berdampingan dengan rasa cinta kasih(?) saya kepada sesama manusia...

Oke, cukup sekian untuk hari ini. Sampai bertemu di edisi berikutnya....

Semoga bisa diambil hikmahnya...